Rusia Minta DK PBB dan AS Tak Campuri Urusan Iran

Sonya Michaella    •    Jumat, 05 Jan 2018 14:30 WIB
politik iraniranrusia
Rusia Minta DK PBB dan AS Tak Campuri Urusan Iran
Salah satu demonstrasi di wilayah Ishafan, Iran. (Foto: AFP)

Moskow: Rusia menentang rencana pertemuan darurat yang akan digelar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) soal kondisi dan situasi Iran.

"Urusan dalam negeri Iran tidak ada hubungannya dengan peran DK PBB. Sanksi baru dari Amerika untuk Iran juga tidak sah," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, dikutip dari Express, Jumat 5 Januari 2018.

Ryabkov juga memperingatkan Pemerintah AS agar tidak terlalu campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran.

"AS menggunakan isu demonstrasi Iran ini untuk membatasi program nuklir Iran, termasuk juga pembatasan pengayaan uranium selama 10 tahun," lanjut dia.

Dengan adanya pandangan yang terbagi soal demonstrasi Iran di tubuh DK PBB, belum jelas bagaimana pembahasan yang akan dilakukan di pertemuan darurat ini.

Namun, pertemuan darurat soal situasi Iran ini diselenggarakan atas inisiasi Amerika Serikat.

Setidaknya, 42 ribu orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi di Iran yang sudah berjalan kurang lebih selama sepekan. Hingga saat ini, 21 orang telah tewas dan lebih dari 400 ribu orang telah ditangkap.

Sejumlah pihak di Iran sempat menuduh AS adalah dalang dari demonstrasi ini.

Bahkan, Presiden Iran Hassan Rouhani sempat meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menindak tegas kelompok oposisi Iran yang berbasis di Prancis yang diyakini disokong oleh Arab Saudi dan menggerakkan demonstrasi dari luar Teheran.

Protes yang mulanya menentang kenaikan harga pangan ini seketika berubah menjadi protes terhadap rezim teokratis Iran. Rakyat menentang pemerintah dan bosan dengan minimnya kesempatan ekonomi di Iran.


(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

3 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA