Mesir Tahan 29 Orang Diduga Mata-mata Turki

Haifa Salsabila    •    Kamis, 23 Nov 2017 05:40 WIB
mesir
Mesir Tahan 29 Orang Diduga Mata-mata Turki
Ilustrasi. MTVN/Mohammad Rizal

Kairo: Kejaksaan umum Mesir telah memerintahkan penahanan terhadap 29 orang, yang dicurigai sebagai mata-mata untuk Turki. Kantor berita negara MENA melaporkan, 29 orang itu juga disebut bergabung dengan anggota suatu organisasi teroris.

Seperti dilansir Antara, Kamis 23 November 2017, hasil penyelidikan Dinas Intelijen Umum menyebut orang-orang itu telah melakukan percakapan telepon dan mengirimkan informasi kepada intelijen Turki sebagai bagian dari rencana untuk membawa Ikhwanul Muslim kembali ke kekuasaan di Mesir.

Mereka juga dituduh melakukan pencucian uang serta memperdagangkan mata uang tanpa izin. Namun, belum disebutkan asal kewarganegaraan para tersangka.

Hubungan antara Ankara dan Kairo menjadi tegang sejak militer menggulingkan Presiden Mohammed Mursi yang berasal dari kalangan Ikhwanul Muslim. Kudeta terjadi setelah rangkaian unjuk rasa berlangsung saat ia berkuasa pada 2013.

Ikhwanul Muslim juga memiliki hubungan dekat dengan Partai AK yang berkuasa dan banyak di antara anggotanya yang pergi meninggalkan Mesir ke Turki sejak kegiatan kelompok itu dilarang di Mesir.

Setelah Mursi terdepak, Mesir menyebut Ikhwanul Muslim, yang merupakan gerakan Islamis tertua di dunia, sebagai organisasi teroris. Sebagian besar anggota senior kelompok itu telah ditahan dan terpaksa pergi ke pengasingan, atau bersembunyi.

Ikhwanul Muslim mengatakan pihaknya adalah organisasi damai dan mengecam penindasan.


(AGA)