Erdogan Berharap Trump Segera Tarik Pasukan dari Suriah

Willy Haryono    •    Senin, 04 Feb 2019 13:31 WIB
amerika serikatkrisis suriahturki
Erdogan Berharap Trump Segera Tarik Pasukan dari Suriah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara di Ankara, 31 Januari 2019. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap Presiden Donald Trump segera memenuhi janjinya untuk menarik seluruh pasukan Amerika Serikat dari Suriah. Bagi Erdogan, penarikan pasukan AS akan membantu mengamankan wilayah perbatasan Turki.

"Trump telah bertekad menarik pasukan AS dari timur (Sungai) Efrat. kami berharap janji ini dipenuhi dalam waktu dekat. Kami tidak mau hidup di bawah ancaman, dan siap melakukan apapun untuk mengatasi hal tersebut," ujar Erdogan kepada kantor berita TRT, Minggu 3 Februari 2019.

Erdogan menambahkan, zona keamanan di utara Suriah seharusnya dikendalikan Turki saat seluruh pasukan AS sudah ditarik. Ia berjanji akan mengamankan area tersebut sekuat tenaga.

Desember lalu, Erdogan mengumumkan bahwa Ankara siap meluncurkan sebuah operasi militer terhadap milisi Kurdi di tepi timur Sungai Efrat dan juga area Manbij yang berdekatan dengan Turki. Erdogan akan melakukan itu jika AS tidak juga mendorong milisi Kurdi dari wilayah tersebut.

Selama ini, AS mengandalkan milisi Kurdi dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

Setelah berbicara dengan Trump via telepon pada 14 Desember, Erdogan memutuskan menunda operasi militer di Suriah. Dalam percakapan itu, Trump menyinggung mengenai rencana menarik pasukan AS dari Suriah.

Baca: AS Mulai Tarik Pasukan dari Suriah

Turki menentang kehadiran milisi Kurdi di Suriah karena dianggap membahayakan keamanan nasional. Januari tahun lalu, Turki meluncurkan operasi militer di kota Afrin terhadap milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang merupakan mitra AS.

Ankara menilai YPG sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdi, organisasi yang disebut Erdogan sebagai grup teroris. Suriah menganggap operasi Turki di Afrin tersebut sebagai sebuah agresi.


(WIL)