Perjuangkan Palestina, Sekjen OKI Apresiasi Pemerintahan Jokowi

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Oct 2016 15:13 WIB
indonesia-oki
Perjuangkan Palestina, Sekjen OKI Apresiasi Pemerintahan Jokowi
Menlu Retno Marsudi hadiri KTM OKI ke-43 di Tashkent (Foto: Dok. Kemlu RI)

Metrotvnews.com, Tashkent: Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Iyaad Madani mengapresiasi pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo dalam upayanya menciptakan perdamaian atas konflik yang telah berlangsung begitu lama di Palestina.

Ia juga memuji penyelenggaraan KTT OKI ke-5 yang diselenggarakan di Jakarta pada Maret lalu yang dinilai merupakan sebuah terobosan penting dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah secara menyeluruh.

Seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (18/10/2016), Madani juga menegaskan kembali pentingnya OKI mengambil peran dalam memunculkan inisiatif kerja sama diantara negara-negara anggota OKI di bidang pendidikan. 

Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-43 di Tashkent, Uzbekistan yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.
 
Selain Menlu Retno, pertemuan yang mengusung tema Education and Elightment: Path to Peace and Creativity tersebut juga dihadiri 23 menlu negara anggota OKI lainnya.

Menjadi pembawa pidato pembukaan, Presiden Uzbekistan, Shaukat Mirziyoyev menegaskan bahwa OKI perlu kembali melihat catatan sejarah peradaban Islam, khususnya saat inovasi dan berbagai penemuan banyak dihasilkan oleh ilmuwan Islam. 

Dalam konteks tersebut, Presiden Mirziyoyev menyambut baik tema yang diusung dalam pertemuan para menlu kali ini karena dipandang relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia Islam.

Penyelenggaran KTM OKI ke-43 ini merupakan pertemuan tahunan yang membahas berbagai isu tematik, dan kali ini difokuskan pada isu pendidikan sebagai pintu masuk terciptanya perdamaian untuk menunjang inovasi dan kreativitas.


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA