34 Pekerja PBB Tewas dalam Serangan Sepanjang 2018

Arpan Rahman    •    Minggu, 03 Feb 2019 06:02 WIB
pbbkonflik mali
34 Pekerja PBB Tewas dalam Serangan Sepanjang 2018
Personel penjaga perdamaian PBB di Mali. (Foto: AFP)

New York: Sedikitnya 34 pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa dan personel terasosiasi lainnya tewas dalam serangkaian serangan sepanjang 2018. Jumlah tersebut kurang dari separuh dari yang terbunuh satu tahun sebelumnya.

Dalam sebuah laporan Komite Tetap untuk Keamanan dan Independensi PBB, disebutkan bahwa 26 personel pasukan penjaga perdamaian dan delapan warga sipil tewas saat bertugas tahun lalu.

Dari penjaga perdamaian yang tewas pada 2018, enam berasal dari Bangladesh dan Malawi. Sementara sisanya dari Burkina Faso (3), Burundi (2), Chad (2), Mauritania (2), Tanzania (2), Niger (1), Pakistan (1) dan Rwanda (1). 

Sementara delapan warga sipil terasosiasi PBB berasal dari Afghanistan, Nigeria dan Republik Afrika Tengah (CAR).

Kematian terbanyak penjaga perdamaian PBB terjadi di Mali, dengan jumlah korban mencapai sebelas. Itu merupakan tahun kelima berturut-turut bagi Mali dalam rekor kematian terbanyak dalam misi MINUSMA.

"Staf PBB bekerja di beberapa lokasi paling berbahaya di dunia," kata Bibi Sherifa Khan, Presiden Serikat Staf PBB, seperti dilansir dari laman UPI, Sabtu 2 Februari 2019.

"Setiap adanya pemangkasan anggaran bagi operasi penjaga perdamaian akan semakin meningkatkan risiko bahaya bagi para pekerja. Saat staf dikirim untuk bekerja ke zona konflik, maka PBB harus memastikan mereka semua mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan," lanjut dia.

Jumlah korban tewas 2018 relatif rendah dibanding beberapa tahun sebelumnya, yakni 71 di 2017, 32 di 2016, 51 di 2015, 61 di 2014, 58 di 2013 dan 37 di 2012.

Belum lama ini, dua serangan terpisah -- pertama pada 21 Januari dan kedua 26 Januari -- di Mali telah menewaskan 12 penjaga perdamaian PBB.


(WIL)