TKI Disiksa, KJRI Jeddah Perkarakan Sang Majikan

Sonya Michaella    •    Senin, 14 May 2018 03:30 WIB
tkiarab saudiperlindungan wni
TKI Disiksa, KJRI Jeddah Perkarakan Sang Majikan
Konjen RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin (kiri) bersama TKI Ida Royani (kanan). (Foto: Dok. KJRI Jeddah)

Jeddah: KJRI Jeddah memperkarakan seorang majikan yang melakukan kekerasan fisik terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Atas laporan KJRI Jeddah, pelaku telah diamankan dan ditahan di Mekkah.

KJRI Jeddah juga  berhasil menekan keluarga pelaku untuk membayar hak korban senilai 172 ribu Riyal atau setara Rp621 juta.

TKI bernama Ida ini bekerja pada keluarga Arab Saudi di Mekkah. Selama enam bulan terakhir, perempuan Asal Karawang ini kerap kali mengalami kekerasan fisik dari istri majikan. Ia mengaku sering dipukul, disundut dengan logam panas, ditusuk-tusuk di beberapa bagian punggung dan berbagai kekerasan lainnya.

"Majikan perempuan sering marah-marah dan mukul pake benda apa aja yang ada di dekatnya," kata Ida, dalam keterangan tertulis dari KJRI Jeddah kepada Medcom.id, Senin 14 Mei 2018.

Pengungkapan kasus Ida ini bermula dari dirinya yang hendak mengajukan pembaharuan Perjanjian Kerja (PK) di KJRI untuk mengajukan penggantian paspor pada 10 April 2018. aat itu Ida ditemani majikan. Dari keterangan petugas di loket pelayanan, Ida didandani sedemikian rupa sehingga tidak tampak di tubuhnya bekas-bekas penyiksaan.

Sudah menjadi standar prosedur operasional di KJRI Jeddah bahwa setiap mengajukan pembaharuan dokumen, baik paspor maupun PK, pemohon wajib menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) dan pengguna jasa wajib  hadir.

Tujuannya untuk memastikan hak-hak pemohon ditunaikan oleh pengguna jasa dan tidak mengalami tindakan apapun yang merugikan dari pengguna jasa.

Atas laporan tersebut, Konjen RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin langsung menurunkan tim untuk mengusut kasus penganiayaan ini dengan membawa Ida ke kantor kepolisian resor (polres) Al-Syarae Mekkah dan langsung menemui Kepala Resor Letkol Fawwaz Al Bulkhi.

Konjen juga memerintahkan  tim agar segera mengirimkan laporan kasus ini kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui Nota Diplomatik dan menyampaikan surat pengaduan kepada kantor tenaga kerja (maktab amal) guna menuntut penyelesaian hak- hak Ida Royani.

Ira pun saat ini sudah dipulangkan ke Indonesia pada 9 Mei kemarin dengan maskapai Saudia SV818 yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta keesokan harinya pada pukul 18:00 waktu setempat. 


(AGA)