Israel Tutup Perlintasan Manusia ke Jalur Gaza

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Sep 2018 16:54 WIB
palestina israel
Israel Tutup Perlintasan Manusia ke Jalur Gaza
Pasukan Israel menjaga ketat wilayah perbatasan dengan Gaza (Foto: AFP).

Gaza: Militer Israel mengatakan, pihaknya menutup satu-satunya perlintasan orang dengan Jalur Gaza setelah terjadi bentrokan, hanya 10 hari setelah dibuka kembali.
 
"Kemarin. Kerusuhan yang sengit terjadi di daerah perlintasan Erez, dengan warga Palestina," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Rabu 5 September 2018.
 
"Selanjutnya, diputuskan untuk menutup perlintasan Erez sampai kerusakan yang disebabkan oleh pelaku protes akan diperbaiki," jelas pernyataan itu.
 
Sebelumnya warga Palestina memprotes pengumuman oleh Amerika Serikat (AS) pada Jumat bahwa mereka akan menghentikan semua pendanaan ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk para pengungsi Palestina (UNRWA) yang membantu sekitar tiga juta pengungsi yang membutuhkan.
 
Militer Israel mengatakan, warga Palestina telah merusak infrastruktur penyeberangan di sisi Gaza dengan bebatuan.
 
Dikatakan bahwa penyeberangan akan tetap terbuka untuk "bantuan kemanusiaan yang disetujui secara perorangan".
 
Israel membuka kembali Erez pada 27 Agustus setelah 11 hari penutupan menyusul bentrokan sebelumnya, sebagai bagian dari kebijakannya untuk meredakan blokade darat, laut, dan lautan selama satu dekade di Jalur Gaza ketika ketenangan dipertahankan.
 
Satu-satunya perbatasan antara Israel dan Gaza, Kerem Shalom, tetap dibukan untuk pengiriman barang.
 
Ada ketegangan selama berbulan-bulan di sepanjang perbatasan dan beberapa serangan militer, tetapi minggu-minggu belakangan ini terlihat relatif tenang.
 
Pejabat Mesir dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menengahi perundingan tidak langsung pada gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza, yang telah berperang tiga kali sejak 2008.


(FJR)