Remaja 14 Tahun Tewas Ditembak Israel di Perbatasan Gaza

Arpan Rahman    •    Sabtu, 30 Jun 2018 15:20 WIB
palestinapalestina israel
Remaja 14 Tahun Tewas Ditembak Israel di Perbatasan Gaza
Bentrokan warga Palestina dengan pasukan Israel di perbatasan Gaza, 29 Juni 2018. (Foto: AFP PHOTO / MAHMUD HAMS)

Gaza: Pasukan Israel menembak dua warga Palestina, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Kedua orang itu tewas dalam protes berujung bentrok di perbatasan Gaza pada Jumat 29 Juni 2018. menurut keterangan Kementerian Kesehatan Gaza.

Otoritas Palestina menyebut seorang penembak jitu membidik Yasir Amjad Musa Abu Naja yang berusia 14 tahun di bagian kepala. Sementara seorang pria 24 tahun, Mohammed al-Hamayda, tewas ditembak di timur al-Bureij di Gaza tengah.

Keduanya terlibat dalam protes bertajuk Great March of Return, yang menyerukan kembalinya para pengungsi yang terusir oleh Israel pada 1948. Sekitar 2.000 warga Palestina berkumpul untuk berdemonstrasi di dekat pagar perbatasan pada Jumat kemarin.

Dilansir dari UPI, Sabtu 30 Juni 2018, protes The Great March of Return yang diulang setiap Jumat ini sudah berlangsung untuk kali ke-14.

Protes bertujuan "menyuarakan penolakan kami terhadap pendudukan (Israel) dan kebijakan kriminalnya, bersama dengan upaya Amerika Serikat (AS) untuk memaksakan solusi yang meremehkan hak-hak rakyat kami," kata sebuah pernyataan dari Otoritas Nasional Gaza untuk Mengakhiri Pengepungan (National Authority for Breaking the Siege).

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, lebih dari 130 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel dalam protes sejauh ini.

Israel, sementara itu, mengecam penggunaan balon dan layang-layang api dari warga Palestina di sepanjang perbatasan. Menurut Israel, balon dan layang-layang api telah membakar ribuan hektare lahan pertanian, hutan, dan cagar alam, dengan kerugian material sekitar USD1,4 juta.


(WIL)