Palestina Sebut Pengakuan Yerusalem Kesalahan Terbesar Trump

Willy Haryono    •    Kamis, 07 Dec 2017 08:31 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Palestina Sebut Pengakuan Yerusalem Kesalahan Terbesar Trump
Sekjen PLO sekaligus ketua tim negosiator Palestina, Saeb Erekat. (Foto: AFP)

Ramallah: Palestina mengutuk keras langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah ini diyakini hanya akan mengobarkan semangat ekstremis untuk berbuat kekacauan. 

Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017. Menurutnya, pengakuan ini adalah sesuatu yang memang perlu dilakukan.

"Presiden Trump telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya," ucap Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb erekat, kepada CNN.

Erekat menilai Trump baru saja menghancurkan proses perdamaian, termasuk kemungkinan solusi dua negara. "Alih-alih mendorong semua kubu untuk duduk bersama, dia malah mendikte dan melakukan hal ini," ungkap Erekat, yang juga kepala tim negosiator Palestina.

Menurut Erekat, pengumuman ini pasti disambut gembira Israel. Ia menyebut Israel memang sejak awal ingin menghilangkan kemungkinan solusi dua negara.

Baca: PM Israel Puji Keputusan Trump Akui Yerusalem

Pemerintahan Trump menegaskan pengumuman ini adalah "pengakuan dari sebuah realitas" bahwa Yerusalem memang sejak dulu adalah milik Yerusalem. 

Sejumlah pejabat Gedung Putih mengakui pengakuan ini akan berimbas pada proses perdamaian Israel-Palestina, meski disebutnya hanya sementara.

Gedung Putih meyakini pengakuan ini justru membantu proses damai untuk jangka panjang. 

Beberapa faksi di Palestina menyerukan unjuk rasa selama tiga hari usai pengumuman Trump. Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan travel warning untuk Tepi Barat dan Kota Tua Yerusalem.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mendiskusikan perkembangan isu ini pada Jumat besok.

 


(WIL)