Konflik di Timur Tengah, WNI di Qatar Diminta Waspada

Sonya Michaella    •    Sabtu, 15 Oct 2016 14:39 WIB
ketegangan di timur tengah
Konflik di Timur Tengah, WNI di Qatar Diminta Waspada
Serangan udara yang menghancurkan Suriah (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Doha: Kedutaan Besar RI di Doha mengimbau agar Warga Negara Indonesia (WNI) di Qatar agar tetap waspada dan selalu memperhatikan situasi keamanan sekitar.

Pasalnya, situasi keamanan di Yaman dan Suriah berdampak terhadap kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, dengan adanya berbagai serangan teror.

Rudal balistik yang ditujukan ke kota Khamis Musheit dan Jizan di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran kemungkinan terjadinya eskalasi memburuknya kondisi keamanan di kawasan khususnya Qatar yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

"KBRI mengimbau agar WNI tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan meningkatkan kewaspadaan dan selalu mencermati perkembangan situasi keamanan di sekitarnya melalui berbagai sarana," kata Duta Besar RI di Qatar, Muhamad Basri, seperti keterangan tertulis dari KBRI Doha yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (15/10/2016).
 
Selain berkoordinasi dengan pihak keamanan, KBRI berkerjasama dengan Tim Tanggap Darurat dan Satgas KBRI Doha guna memantau perkembangan sekiranya keadaan memburuk.



Berdasarkan pemantauan, situasi di Qatar pada umumnya berjalan normal, namun terdapat beberapa penjagaan khususnya kawasan yang dianggap vital seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah,  bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik serta pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.

Menurut Dubes Basri, KBRI sedang menyiapkan langkah antisipasi dan simulasi. Diantaranya bersama Satgas Tanggap Darurat di Kota Messaid guna mengantisipasi kondisi darurat guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar tepatnya Messaid pada 15 Oktober.

Mantan anggota DPR ini mengatakan, persiapan yang dilakukan KBRI dilakukan mengingat besarnya jumlah WNI di Qatar.

Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI di Qatar pada tahun 2015 adalah 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya. 



Dijelaskan pula bagaimana peliknya proses evakuasi WNI seperti ketika terjadi konflik di Yaman dan Libya yang hanya berjumlah ribuan.

"Evakuasi WNI di Yaman merupakan evakuasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bagaimana jika itu terjadi di Qatar dengan jumlah 40 ribuan WNI," papar mantan pilot F-16 pertama Indonesia itu.

Guna memaksimalkan pelayanan masyarakat, KBRI secara simultan membuka pelayanan Warung Kekonsuleran guna melayani  WNI di kota Messaid, sekitar 40 km dari Ibu Kota Qatar, Doha.

Pelayanan disesuaikan dengan kegiatan masyarakat dan diselenggarakan pada akhir pekan agar memudahkan bagi komunitas Indonesia yang tidak bisa hadir di KBRI pada hari kerja.
 


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA