Presiden Duterte Bertemu Pahlawan Favoritnya, Vladimir Putin

Willy Haryono    •    Minggu, 20 Nov 2016 15:00 WIB
filipina
Presiden Duterte Bertemu Pahlawan Favoritnya, Vladimir Putin
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT APEC di Lima, Peru, 19 November 2016. (Foto: Mikhail Klimentyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo)

Metrotvnews.com, Lima: Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, seorang pria yang disebutnya sebagai 'pahlawan.' 

Ia kemudian mencurahkan keluh kesahnya kepada Putin mengenai "kemunafikan" Amerika Serikat (AS) dan sejumlah perang yang tengah berkecamuk di dunia. 

Duterte, yang secara terbuka mengekspresikan kekagumannya kepada Putin, mengatakan Perang Dingin di masa lalu telah menghambat hubungan bilateral antara Filipina dan Rusia. Namun kini Duterte mengklaim semuanya akan berubah karena dirinya telah menjadi presiden.

Sejak berkuasa pada Juni, Duterte dinilai berusaha mengubah kemitraan Filipina yang selama ini terjalin dengan AS. Ia berulang kali mengatakan akan mengubah kerja sama militernya ke arah Tiongkok dan Rusia. 

"Saya banyak melihat negara-negara Barat yang mem-bully negara kecil. Tidak hanya itu, mereka juga sangat kental dengan kemunafikan," ujar Duterte dalam pertemuannya dengan Putin selama lebih kurang 45 menit, di sela-sela KTT APEC di Lima, Peru, Sabtu (19/11/2016). 

"Mereka juga terlihat telah memulai perang, tapi takut berperang. Itulah kesalahan Amerika dan negara lain. Mereka memulai perang di banyak tempat -- di Vietnam, Afghanistan dan Irak karena bersikukuh adanya senjata pemusnah masal, padahal pada kenyataannya tidak ada," sambung dia. 

Baca: Diancam Duterte, Pasukan AS Tetap Berlatih di Filipina

Masih terus berbicara di hadapan Putin, Duterte juga mengatakan AS telah "memaksa" Filipina mengirimkan prajurit untuk perang di Vietnam dan Irak. 

Meski terpisah jarak, Duterte juga menegaskan ingin menjadi bagian dari Eropa, terutama dalam hal perdagangan global. 

Bulan lalu, Duterte mengklaim bahwa "pahlawan favorit saya adalah Putin." Ia mengklaim ia dan Putin sama-sama memiliki hasrat tinggi dalam hal senjata api dan wanita. 

Pekan ini, tentara Filipina dan AS tetap berlatih gabungan meski adanya ancaman dari Duterte. 

Sang presiden pernah menyerukan pengusiran pasukan AS dari negaranya dan menyebut Presiden Barack Obama sebagai "anak pelacur" terkait kritikan terhadap kebijakan perang melawan narkotika dan obat-obatan terlarang di Filipina. 

Dia juga mengumumkan rencana mengakhiri latihan gabungan, setelah ratusan prajurit AS dan Filipina mengakhiri operasi mereka sebulan lalu.


(WIL)