Warga Arab Dituduh sebagai Otak Kebakaran di Israel

Fajar Nugraha    •    Jumat, 25 Nov 2016 11:48 WIB
kebakaran israel
Warga Arab Dituduh sebagai Otak Kebakaran di Israel
Kebakaran yang terjadi di Israel (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Haifa: Kebakaran hebat yang melanda Israel diduga diakibatkan oleh faktor kesengajaan. Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Erdan mengatakan, insiden ini merupakan aksi teror yang disengaja.
 
 
Sementara beberapa menteri lain di kabinet Israel justru menyalahkan kelompok masyarakat Arab, berada di balik kebakaran ini. Hal tersebut memicu kecaman dari komunitas Arab di Israel. 
 
"Jelas sekali bahwa api dimulai dari kebakaran yang disengaja," tutur Erdan, seperti dikutip AFP, Jumat (25/11/2016).
 
Tuduhan serupa dilontarkan oleh Menteri Pendidikan Naftali Bennett. Tokoh partai sayap kana Israel ini, dengan tegas tuduhan kepada masyarakat Arab di Israel yang menjadi minoritas.


Api melalap wilayah di Haifa, Israel (Foto: AFP).

 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku sudah mengetahui tuduhan kebakaran disengaja ini melalui sosial media. 
 
"Setiap api yang disebabkan oleh kebakaran disengaja adalah sebuah teror dan dianggap sebagai aksi teror," tegas Netanyahu.
 
Bantahan keras dilontarkan oleh anggota Parlemen Israel dari komunitas Arab Ayman Odeh. Menurutnya tuduhan itu dilontarkan untuk memicu kebencian yang lebih besar terhadap komunitas Arab di Israel.
 
"Banyak dari titik api sudah mempengaruhi tempat tinggal komunitas Arab, termasuk di Haifa," sebut  Odeh.
 
"Kami sudah tinggal di tempat ini selama ratusan tahun dan tidak pernah membakarnya," pungkas Odeh.
 
Sementara partai tempat Odeh bernaung menyebutkan bahwa ribuan warga Arab siap menerima warga Israel yang menyelamatkan diri dari kebakaran, apapun agamanya.
Upaya pemadaman kebakaran di Haifa (Foto: AFP).
 
 
Kepala situs meteorologi Meteo-Tech, Noah Wolfson mengatakan musim semi yang kering dan angin kencang memicu penyebaran api. Terlepas apakah asal api dipicu dengan sengaja atau tidak.
 
"Kekeringan ekstrem, dengan kelembaban udara di bawah 10 persen- ditambah dengan beberapa angin kencang, menyebabkan api kecil berubah menjadi ganas," tutur Wolfson.
 
Adapun perkiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan tampak tidak terlalu bagus. Angin diperkirakan akan melemah, tetapi hingga minggu depan diperkirakan tidak akan turun hujan.



(FJR)