Gempuran di Mosul, Turki Siap Tampung Warga Irak

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:11 WIB
isis
Gempuran di Mosul, Turki Siap Tampung Warga Irak
Pasukan Irak terus dekati Mosul (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Ankara: Pemerintah Turki mengaku siap menampung warga yang melarikan diri dari Kota Mosul, setelah pasukan Irak menggempur kelompok militan Islamic State (ISIS).

"Jika ada yang salah dalam operasi itu dan gagal, warga  pasti akan lari ke tempat terdekat, yaitu Turki. Kami siap (menampung)," kata Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/10/2016).

Pada Senin 17 Oktober kemarin, pasukan pemerintah Irak, dengan dukungan pasukan udara dan darat dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, meluncurkan serangan militer besar-besaran ke Mosul untuk merebut kembali kota itu dari cengkraman ISIS. 

Sementara, badan pengungsi PBB, UNHCR, memperkirakan sekitar 100.000 warga Irak melarikan diri dari Mosul akibat serangan militer itu. Para pengungsi diduga akan menuju Suriah dan Turki.

Kurtulmus sempat mengkritik operasi militer Irak itu, dengan menegaskan bahwa Irak seharusnya tidak membiarkan milisi Syiah turut bagian dalam operasi perebutan kota yang sebagian besar dihuni Muslim Sunni itu. 

Seorang pejabat dari badan manajemen bencana Turki, AFAD, menuturkan bahwa pengalaman negaranya menampung pengungsi Suriah, yang kini berjumlah tiga juta orang di negara itu, sudah menunjukkan kesiapan Turki menampung pengungsi Mosul. 

"Bagi kami, membangun sebuah kamp tenda adalah tugas yang sangat mudah. â??Kami dapat dengan cepat membangun kamp untuk menampung ratusan atau ribuan pengungsi," ujar pejabat tersebut.

Sekitar 30 ribu tentara Irak, bersama dengan milisi Kurdi Peshmerga dan pejuang dari kelompok Sunni diperkirakan turut ambil bagian dalam serangan ke Mosul.

Kurtulmus menyatakan bahwa sekitar 3.000 pejuang Irak yang dilatih oleh tentara Turki di kamp militer Bashiqa turut terlibat dalam pertempuran itu. 

 


(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

5 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA