Korban Tewas Akibat Gempa Iran Meningkat Jadi 450 Orang

Arpan Rahman    •    Selasa, 14 Nov 2017 12:37 WIB
gempa bumi
Korban Tewas Akibat Gempa Iran Meningkat Jadi 450 Orang
Kehancuran di Sarpol-e Zahab akibat diguncang gempa 7,3 SR (Foto: AFP).

Sarpol-e Zahab: Ribuan orang Iran, yang kehilangan tempat tinggal, meringkuk melawan dingin, Senin malam 13 November. Sehari sebelumnya sekitar 450 orang tewas akibat gempa paling mematikan di Iran dalam lebih dari satu dekade.

Tim penyelamat terus melakukan operasi pencarian mencari puluhan orang yang terjebak di bawah reruntuhan rumah-rumah yang roboh di kota-kota dan pedesaan di daerah pegunungan di provinsi barat Kermanshah yang berbatasan dengan Irak.

Laporan Press TV menyebutkan, lebih dari 450 orang terbunuh dan 7.000 terluka saat gempa berskala 7,3 skala Richter mengguncang negara itu, pada Minggu 12 November. Pejabat lokal memperkirakan jumlah korban tewas meningkat saat tim pencarian dan penyelamatan mencapai daerah terpencil di Iran.

Gempa tersebut dirasakan di beberapa provinsi di Iran. Namun provinsi yang paling parah terlanda, Kermanshah. Lebih dari 300 korban berada di wilayah Sarpol-e Zahab, provinsi tersebut, sekitar 15 km dari perbatasan Irak.

Televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa gempa tersebut sudah menyebabkan kerusakan parah di beberapa desa. Di mana rumah-rumah terbuat dari batu bata tanah liat. Gempa tersebut juga memicu tanah longsor yang menghambat usaha penyelamatan, kata pejabat kepada televisi pemerintah.

Sedikitnya 14 provinsi di Iran terkena dampaknya, media Iran melaporkan. Media Iran juga melaporkan bahwa seorang wanita dan bayinya ditarik keluar hidup-hidup dari puing-puing, pada Senin, di Sarpol-e Zahab, daerah yang terkena dampak terburuk dengan populasi 85.000 orang.

Para pekerja bantuan mengatakan, sejauh ini banyak bantuan telah dijanjikan, kebutuhan mendesak berupa selimut, pakaian anak-anak, obat-obatan, dan galon besar buat menyimpan air minum. Tontonan TV menyiarkan beberapa orang menangis di samping mayat yang diselubungi selimut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyampaikan belasungkawa, Senin. Ia mendesak semua instansi pemerintah agar melakukan semua yang mereka bisa demi membantu mereka yang terkena dampak. TV pemerintah memohon sumbangan darah. Pemerintah mengumumkan suatu hari berkabung, Selasa.

Korban marah

Kemarahan meluap di daerah yang dilanda gempa saat pencarian berlanjut bagi korban selamat di tengah bangunan yang ambruk. Tayangan TV merekam bangunan yang rusak, kendaraan di bawah reruntuhan, dan orang-orang yang terluka terbungkus selimut.

"Kami membutuhkan tempat berlindung," seorang pria setengah baya di Sarpol-e Zahab mengatakan kepada televisi pemerintah. "Di mana bantuannya? Di mana bantuannya?" tanyanya histeris, seperti dikutip Eyewitness News, Selasa 14 November 2017. Keluarganya tidak kuat menghabiskan satu malam lagi di luar dalam cuaca dingin, katanya.

"Situasinya sangat kritis," kata Menteri Kesehatan Kurdi Het Rasheed kepada AFP.

Rumah sakit utama kabupaten tersebut rusak dan kehilangan sumber daya, kata Rasheed, sehingga korban luka dibawa ke Sulaimaniyah untuk perawatan. 

Gempa tersebut dirasakan sampai jauh ke selatan Baghdad, di mana banyak warga bergegas lari dari rumah dan gedung-gedung tinggi saat getaran mengguncang ibu kota Irak.

Seorang pejabat lokal Iran mengatakan kepada televisi bahwa beberapa desa hancur total.

"Saya kehilangan sembilan anggota keluarga saya, mereka terbunuh saat mereka tidur," kata wanita paruh baya, menangis kepada TV pemerintah.

Tak ada penampungan

Iran terletak di jalur sesar utama dan cenderung sering mengalami getaran. Gempa berkekuatan 6,6SR pada 26 Desember 2003, menghancurkan kota bersejarah Bam, 1.000 km tenggara Teheran, menewaskan sekitar 31.000 orang.

Listrik dan air terputus di beberapa kota di Iran dan Irak, dan kekhawatiran akan gempa susulan membuat ribuan orang di kedua negara keluar ke jalan-jalan dan taman dalam cuaca dingin.

Pihak berwenang Iran mengakui upaya bantuan masih lamban dan tidak merata. Lebih dari 70.000 orang membutuhkan tempat penampungan darurat, kata kepala Bulan Sabit Merah Iran.

Polisi Iran, Garda Revolusi, dan pasukan milisi Basij dikirim ke daerah yang dilanda gempa semalam, lapor TV pemerintah.

Pekerja bantuan membagikan air kepada orang-orang, sementara buldoser membersihkan jalanan di daerah yang terlanda.

Seorang pejabat setempat mengatakan bahwa gempa susulan sudah reda.  Pemerintah mendirikan tenda bagi korban yang kehilangan rumah. Listrik telah menyala di sebagian besar wilayah yang dilanda gempa.

"Masalah utamanya adalah melindungi orang pada cuaca dingin ini. Kami butuh lebih banyak tenda," kata gubernur Qasr-e Shririn Faramarz Akbari bicara di TV.



(FJR)