Suriah Kutuk Rencana Trump Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:28 WIB
palestinapalestina israel
Suriah Kutuk Rencana Trump Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem
Warga Palestina memprotes rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem (Foto: AFP).

Damaskus: Pemerintah Suriah mengecam keras rencana Presiden Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut mereka, tindakan AS tersebut sangat berisiko bagi perdamaian di Timur Tengah.
 
"Ini adalah inisiatif berbahaya yang dilakukan pemerintah AS. Jelas terlihat AS melakukan penghinaan terhadap hukum internasional," ujar salah seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang dikutip kantor berita resmi SANA, dilansir dari AFP, Rabu 6 Desember 2017.
 
Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk proses perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengatakan bahwa status masa depan Yerusalem harus dinegosiasikan segera.
 
"Masa depan Yerusalem adalah sesuatu yang perlu dinegosiasikan dengan Israel, dengan orang-orang Palestina. Mereka harus duduk berdampingan secara langsung dalam negosiasi," ungkapnya.
 
Trump sudah mengkomunikasikan rencana pemindahan Keduataan Besar Amerika Serikay dari Tel Aviv ke Jerusalem kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menyebut Trump memberi tahu rencana itu melalui telepon.

(Baca: Yordania Sebut Trump Lontarkan Keputusan yang Berisiko).
 
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, Raja Yordania, Abdullah II, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dikabarkan juga mendapat telepon dari Trump mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Ketiga pemimpin ini dikabarkan pula kompak memperingatkan bahwa langkah AS yang sepihak ini sangat berbahaya dan akan menggagalkan upaya perdamaian Palestina dan Israel.

(FJR)