Pencarian MH370 Berakhir, Kru Kapal Merapat ke Australia

Arpan Rahman    •    Senin, 23 Jan 2017 16:26 WIB
misteri mh370
Pencarian MH370 Berakhir, Kru Kapal Merapat ke Australia
Kapal Fugro Equator yang mencari MH370 di Samudera Hindia. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sydney: Kapal yang terlibat dalam perburuan hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 merapat kembali ke pelabuhan di Australia Barat, Senin 23 Januari. Upaya pencarian telah resmi ditangguhkan. 

Para pejabat dari negara-negara yang mendanai pencarian itu berkumpul untuk berterima kasih kepada para kru. Mereka mempertahankan keputusan mengakhiri perburuan, meskipun rekomendasi dari beberapa penyelidik adalah melanjutkan.

Pejabat transportasi asal Australia, Malaysia, dan Tiongkok bertemu di Perth, ibu kota negara bagian Australia Barat, untuk menyambut awak Fugro Equator. Kapal itu diperintahkan berlabuh pekan lalu setelah ketiga negara secara resmi menangguhkan upaya hampir tiga tahun pencarian MH370 di Samudera Hindia .

Dana USD160 juta yang dihabiskan dalam pencarian sonar di laut dalam dari lepas pantai barat Australia gagal menemukan jejak pesawat, yang menghilang 8 Maret 2014, dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing. 

Tapi Menteri Transportasi Australia Darren Chester membantah bahwa upaya telah gagal. Ia katakan, kru berhasil menyusur zona pencarian 120.000 kilometer persegi sebagai lokasi kemungkinan kecelakaan.

Beberapa keluarga dari 239 orang di dalam pesawat telah mengkritik keras keputusan mengakhiri pencarian sebelum menemukan orang yang mereka cintai. Mereka meminta para pejabat untuk terus menjelajahi kawasan seluas 25.000 kilometer persegi ke utara zona pencarian sebelumnya, yang baru-baru ini diidentifikasi sekelompok peneliti internasional sebagai lokasi paling mungkin dari terkuburnya reruntuhan.

Zona Baru

Para peneliti menghitung kemungkinan lokasi kecelakaan baru dengan menganalisa ulang data satelit yang melacak gerakan pesawat dan melihat sebuah analisis penyimpangan baru dari puing-puing yang telah ditemukan di garis pantai sepanjang Samudera Hindia. Para ahli merekomendasikan, dalam sebuah laporan yang dirilis bulan lalu oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia, bahwa wilayah baru akan dijelajahi.

Pada Senin, komisaris biro mengungkapkan keyakinan bahwa pesawat bisa jadi tergeletak di zona baru.

"Sangat mungkin bahwa daerah yang sekarang didefinisikan oleh para ahli sebagai lokasi bangkai pesawat, tapi itu belum pasti," kata Greg Hood kepada wartawan seperti dikutip Fox News dari laporan Associated Press, Senin (23/1/2017).

Tapi tiga negara sepakat bulan lalu bahwa perburuan akan ditangguhkan setelah kru selesai menyisir zona pencarian resmi, kecuali bukti baru yang kredibel muncul menunjuk lokasi spesifik pesawat tenggelam. Rekomendasi para peneliti, mereka katakan, tidak cukup tepat untuk membenarkan perpanjangan pencarian.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan, ia akan bertemu dengan perwakilan keluarga korban demi mendengar keprihatinan mereka. Tetapi dikatakannya, Malaysia tidak punya rencana mendanai pencarian baru berdasarkan rekomendasi terbaru dari para peneliti.

"Kami butuh bukti yang lebih kredibel sebelum kita pindah ke daerah pencarian berikutnya," kata Liow.

Liow berkata, penyelidikan hilangnya pesawat itu akan terus berlanjut. Malaysia akan memimpin upaya menganalisis puing-puing yang telah ditemukan dengan harapan dapat memberikan petunjuk ke lokasi reruntuhan di bawah air. Pejabat Australia akan membantu bila diperlukan, katanya.

Ia juga bersilang pendapat dengan wakilnya bahwa pemerintah Malaysia telah menawarkan hadiah bagi setiap perusahaan swasta yang menemukan badan pesawat. Liow mengatakan, komentar pekan lalu oleh Wakil Menteri Perhubungan Abdul Aziz Kaprawi sebagai pendapat pribadi, dan proposal resmi pemerintah.


(WIL)


Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

6 hours Ago

Para imigran itu ditampung usai otoritas AS mencabut dakwaan hukum atas tuduhan memasuki wilayah…

BERITA LAINNYA