Prancis Ingin Jadi Mediator Krisis Teluk Arab

Arpan Rahman    •    Minggu, 16 Jul 2017 14:31 WIB
kisruh qatar
Prancis Ingin Jadi Mediator Krisis Teluk Arab
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Jeddah: Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan, Sabtu 15 Juli 2017, bahwa Paris ingin membantu memdiasi krisis Teluk Arab. 

Pernyataan disampaikan Menlu Prancis mengatakan hal tersebut setelah mengadakan pembicaraan di Doha dan Jeddah.

Saat ini, Kuwait memimpin mediasi konflik antara Qatar dan empat negara Teluk lainnya. 

Le Drian berkunjung ke Qatar pada awal tur Teluk, yang bertujuan membantu meredakan krisis antar Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir. Dia kemudian terbang ke Jeddah, untuk berbicara dengan beberapa pejabat Saudi.

"Prancis harus menjadi fasilitator dalam mediasi yang dipimpin Kuwait," kata Le Drian kepada wartawan setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya asal Qatar, Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Ucapan sama dilontarkan Le Drian di Jeddah.

"Kami prihatin dengan kemerosotan mendadak hubungan antara Qatar dan beberapa negara tetangganya," katanya di Doha, di mana dirinya juga bertemu Emir Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani.

Dia tiba di kawasan tersebut menyusul misi mediasi empat hari oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson. Misi Tillerson berakhir pada Kamis 13 Juli 2017 tanpa pengumuman kemajuan untuk meredakan ketegangan di Teluk.

Menlu Qatar menyambut baik dukungan Prancis untuk menemukan solusi "berdasarkan dialog konstruktif... dan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional".

"Kami menantikan dukungan Prancis terhadap upaya mediasi Kuwait dan Amerika," Syekh Mohammed, seperti dikutip France24 dari AFP, Minggu 16 Juli 2017.

Riyadh dan para sekutunya memberlakukan sanksi terhadap Doha pada 5 Juni, termasuk menutup satu-satunya perbatasan darat, menolak akses Qatar ke wilayah udara mereka, dan memerintahkan warganya kembali dari emirat.

Permohonan untuk Persatuan Teluk

Empat negara itu menuduh Doha mendukung ekstremisme dan terlalu akrab dengan seteru berat mereka, Iran.

Le Drian mengatakan Prancis memperhitungkan "memperkuat kerja sama dengan Qatar dalam perang melawan terorisme, terutama dalam memerangi pendanaan terorisme."

Tuan rumah Qatar mengatakan perang melawan terorisme membutuhkan upaya bersama dan "tidak dapat dipikul oleh satu negara."

"Memerangi terorisme juga tidak bisa melalui praktik terorisme politik dan intelektual terhadap sebuah negara," kata Sheikh Mohammed, merujuk pada tindakan yang diambil terhadap Doha oleh tetangganya.

Di Jeddah, Le Drian bertemu dengan mitranya Adel Jubeir dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Kami mencari komitmen agar semua orang menentang terorisme, dukungan, dan pendanaannya. Dalam perspektif ini, penting agar negara-negara GCC (Negara-negara Kerjasama Teluk) harus bersatu, tetap menjadi benteng bagi ketidakstabilan," katanya.

 


(WIL)