Yordania Kirim Bantuan Kemanusian untuk Warga Palestina

Fajar Nugraha    •    Kamis, 10 Aug 2017 20:11 WIB
palestina
Yordania Kirim Bantuan Kemanusian untuk Warga Palestina
Seorang anak Palestina di tempat penampungan Jabalia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Amman: Kondisi warga Palestina masih dalam kesulitan. Yordania sebagai negara terdekat dengan Palestina, mengirimkan bantuan kemanusiaan.
 
Pada Rabu 9 Agustus, Yordania mengirim satu konvoi bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina. Bantuan ini diberikan oleh Organisasi Amal Kerajaan Hasyimiyah.
 
"Rombongan tiga truk akan mengirim 200 paket makanan bagi keluarga Palestina yang memerlukan," ujar Direktur Jenderal Organisasi Amal Kerajaan Hasyimiyah Ayman Al Mefleh, seperti dikutip Xinhua, Kamis 10 Agustus 2017.
 
"Bantuan itu merupakan sumbangan beberapa lembaga di Yordania bagi rakyat Palestina agar kehidupan mereka membaik," imbuhnya.
 
Al Mefleh menambahkan Yordania akan terus mengirim bantuan ke Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza.
 
Dalam beberapa waktu terakhir Palestina terus dihadapkan pada konfrontasi dengan Israel. Juli lalu, polisi Israel menewaskan delapan warga Palestina yang melakukan protes di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur.
 
Protes dipicu tindakan Israel yang melakukan pembatasan bagi warga Palestina untuk melaksanakan salat Jumat. Kemudian Israel juga memasang pemindai metal di pintu masuk kompleks tersebut.
 
 
Tindakan Israel mengundang kecaman dari komunitas internasional. Bahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas membekukan sementara hubungan komunikasi dengan negara Yahudi itu.
 
Tidak puas dengan insiden di Yerusalem timur, pihak Israel pun melakukan penghancuran paksa terhadap 23 rumah warga Palestina.
 
 
Perintah penghancuran ini dilakukan terhadap pemukiman Palestina di Bedoun Al-Fahidat, Desa Anata, Yerusalem timur. Israel berencana untuk hancurkan rumah warga dan struktur-strukturnya.
 
23 keluarga Palestina itu pun diminta untuk segera evakuasi dari wilayah pemukiman. Ancaman kekerasan pun muncul jika mereka tidak pergi dari lokasi pemukiman.
 
Seorang warga Palestina bernama Younis Al-Fahidat mengatakan, pasukan Israel sudah memberikan peringatan kepada dirinya. Menurutnya, penghancuran akan dilakukan dengan maksud 'keperluan militer'.

 

 
(FJR)