Pengamat: Tak Ada Unsur Politik Pelarangan WNI ke Israel

Fajar Nugraha    •    Kamis, 31 May 2018 19:32 WIB
palestinapalestina israel
Pengamat: Tak Ada Unsur Politik Pelarangan WNI ke Israel
Warga Palestina memprotes keras pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel ke Kota Yerusalem. (Foto:AFP)

Jakarta: Muncul kabar yang menyebutkan bahwa setiap pemegang paspor Indonesia akan dilarang masuk ke Israel mulai 9 Juni 2018. Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi banyak warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan ziarah ke Yerusalem.

Yerusalem diketahui sebagai kota suci bagi umat Muslim, Kristiani dan Yahudi. Kota ini menyandang status quo yang diakui dunia internasional.

Tetapi menurut media Timur Tengah Middle East Monitor melaporkan bahwa Israel melarang masuk warga negara Indonesia untuk masuk ke negara mereka. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon pada 23 Mei 2018.

Nahshon menyebutkan kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons Israel atas sikap keras Indonesia yang mengecam penyerangan prajurit Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwano menepis ada unsur politik ketika dikeluarkannya kebijakan itu.

"Bukan (karena unsur politik). Itu karena kita buat kebijakan untuk melarang warga negara Israel masuk ke Indonesia. Jadi mereka pun membalas," ujar Hikmahanto, kepada Medcom.id, Kamis 31 Mei 2018.

Hikmahanto pun tidak melihat ada maksud lain dari Israel. Patut diperhatikan apa yang harus dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia menanggapi isu tersebut.

"Ini yang sulit karena kita kan tidak punya hubungan diplomatik. Kita harus wait and see sementara ini," jelasnya.

"Yang jadi korban ya mereka yang akan melakukan wisata religi," imbuh Hikmahanto.

Saat ditanya apakah mungkin Israel ingin memaksakan pembukaan hubungan diplomatik  dengan Indonesia melalui cara ini, Hikmahanto tak menampik.

"Bisa jadi. Mungkin maunya masyarakat kita yang akan tekan pemerintah. Tapi masalahnya kan jumlahnya tidak signifikan untuk jadi alat penekan," tuturnya.

"Jadi menurut saya tidak mungkin membuka hubungan dengan cara seperti ini," jelas Hikmahanto.

Sementara Indonesian Pilgrimage Travel Agents Association (IPTAA) mengakui adanya masalah pelarangan masuk WNI ke Israel. Sebelum permasalahan terjadi, pihak biro perjalanan wisata sudah melakukan tindakan untuk mempersiapkan keberangkatan calon peserta ke kota suci Yerusalem.

Salah satu persiapan yang dilakukan seperti yang dikutip dari keterangan tertulis IPTAA antara lain:

1. Biro perjalanan wisata sudah memproses visa semua calon peserta kepada pihak berwenang di Israel, dimana untuk proses-nya dibutuhkan 30 hari sebelum grup tiba di Israel. 

2. Biro Perjalanan Wisata sudah menerbitkan tiket penerbangan semua calon peserta sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan yang akan digunakan.

3. Biro Perjalanan Wisata sudah melakukan proses reservasi di hotel, pemandu wisata lokal serta perusahaan bus uang yang akan digunakan.

Adapun langkah-langkah yang sedang dilakukan para biro perjalanan wisata menyangkut permasalahan Visa sebagai berikut:

1. Berkomunikasi dengan biro perjalanan lokal di Israel serta menunggu perkembangan selanjutnya mengingat keputusan penolakan ini sedang diperjuangkan dengan biro perjalanan lokal yang ada di Israel. 

2. Berkomunikasi dengan pihak maskapai penerbangan untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk apabila masalah ini belum ada titik temu sampai batas waktu yang ditetapkan.

3. Berkomunikasi dengan calon peserta untuk memberitahukan perkembangan yang ada dan menjamin semua hak yang didapat calon peserta pada saat pendaftaran tur akan diterima dengan baik.

"Dengan mengetahui latar belakang yang telah dijabarkan diatas, mengimbau semua calon peserta grup keberangkatan ke Israel pada periode lebaran tahun ini agar tetap tenang dan tidak panik dengan pemberitaan yang tidak jelas mengenai masalah ini," tegas pernyataan IIPTA. 

Perlu diketahui bahwa salah satu pemasukan devisa kedua bagi Israel berasal dari sektor pariwisata dan angka kunjungan turis Indonesia yang masuk ke Israel selalu bertambah setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Imigrasi Israel wisatawan Indonesia ke Israel pada 2017 mencapai sekitar 36,000. Sementara pada 2016 mencapai sekitar 22.800 dan 2015 sekitar 22.400 orang. 





(WAH)