Ketegangan Meningkat di Gaza usai Kematian Relawan Palestina

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Jun 2018 11:21 WIB
palestinapalestina israel
Ketegangan Meningkat di Gaza usai Kematian Relawan Palestina
Ledakan dari serangan udara Israel terlihat di salah satu kota di Jalur Gaza, 2 Juni 2018. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)

Gaza: Pesawat jet tempur Israel mengempur 10 target di Jalur Gaza sebagai balasan atas tembakan mortir dari kubu Palestina, ungkap juru bicara militer Israel, Minggu 3 Juni 2018.

Aksi saling serang terjadi hanya beberapa jam usai ribuan warga Palestina menghadiri upacara pemakaman seorang wanita muda yang tewas saat bekerja sebagai relawan medis di sepanjang pagar perbatasan gaza. 

Razan al-Najjar tewas ditembak prajurit Israel di bagian dada pada Jumat kemarin.

Baca: Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Relawan Wanita yang Ditembak Israel

"Dari 10 target, terdapat dua pabrik amunisi serta situs penyimpanan dan kompleks militer Hamas," ungkap militer Israel, seperti disitat dari AFP.

Hamas adalah kelompok penguasa Jalur Gaza. Israel menuduh Hamas sengaja memanfaatkan unjuk rasa di sepanjang pagar perbatasan Gaza untuk melancarkan serangan.

Sabtu malam lalu, militan di Gaza menembakkan dua mortir ke Israel selatan. Sistem pertahanan Israel, Iron Dome, berhasil mencegat salah satu mortir, sementara sisanya mendarat di wilayah Gaza.

Satu hari setelahnya, dua proyektil lainnya ditembakkan dari Gaza ke Israel. Keduanya diklaim telah berhasil dicegat Iron Dome.

Israel mengaku sedang menyelidiki laporan mengenai kasus tewasnya Najjar. Namun Israel menyebut ada "ribuan orang" berkumpul di lima lokasi dekat perbatasan, "membakar ban dekat pagar dan berusaha merusak infrastruktur keamanan."

Merespons banyaknya korban jiwa dari kubu Gaza di sepanjang pagar perbatasan, Israel mengaku hanya bertindak "sesuai aturan" dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

 


(WIL)