20 Pemberontak Suriah Tewas Dibom di Perbatasan Turki

Arpan Rahman    •    Kamis, 06 Oct 2016 18:50 WIB
konflik suriah
20 Pemberontak Suriah Tewas Dibom di Perbatasan Turki
Pasukan Suriah yang berseteru dengan pasukan pemberontak (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Idlib: Setidaknya 20 orang, sebagian besar dari mereka anggota kelompok pemberontak, tewas dalam serangan bom di dekat perbatasan Suriah dengan Turki. Kejadian tersebut dikonfirmasi para aktivis di lokasi.
 
Serangan itu dilaporkan terjadi selama pergantian penjaga di kawasan yang dikuasai pemberontak, persimpangan Atmeh, di Provinsi Idlib.
 
Belum jelas apakah ledakan itu disebabkan ulah seorang pengebom bunuh diri atau melalui alat pengontrol jarak jauh.
 
Tapi kantor berita terkait dengan Islamic State (ISIS), Amaq mengatakan, bom mobil bunuh diri telah menargetkan sebuah konvoi pemberontak.


Pasukan pemerintah Suriah yang lawan dari pasukan pemberontak (Foto: AFP)
 
Foto-foto dan rekaman video menayangkan situasi di lokasi setelah serangan menunjukkan jasad-jasad berlumuran darah lebih dari 20 orang. Beberapa dari mereka mengenakan celana loreng.
 
"Sebelumnya para pemberontak menjadi target serangan kelompok militan di Persimpangan Atmeh," laporan BBC, Kamis (6/10/2016). 
 
Pada pertengahan Agustus, 32 orang tewas dalam serangan bunuh diri yang diklaim oleh ISIS. Pasukan Turki yang mendukung pemberontak saat ini juga sedang bertempur menghadapi militan ISIS di wilayah perbatasan lain, sekitar 60 km di timur laut Idlib.
 
Pemberontak Suriah, -dibantu oleh pesawat-pesawat tempur Turki, tank, dan personel pasukan khusus- mendekati kubu ISIS di pinggiran Dabiq, hanya sebulan setelah menyapu kota Jarablus.
 
Dabiq memiliki nilai simbolis yang agung bagi militan seperti disebutkan dalam wahyu Islam yang menggambarkan kehancuran total dari dunia sebagai lokasi pertikaian antara kaum Muslim melawan musuh-musuh Islam.

(FJR)

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

5 hours Ago

OKI diharapkan aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia untuk menghentikan tindakan…

BERITA LAINNYA