Anthraks Membunuh Lebih dari 100 Kuda Nil di Namibia

Arpan Rahman    •    Selasa, 10 Oct 2017 17:09 WIB
satwa
Anthraks Membunuh Lebih dari 100 Kuda Nil di Namibia
Kuda nil. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Windhoek: Pemerintah Namibia meyakini wabah antraks kemungkinan telah menyebabkan kematian lebih dari 100 kuda nil di salah satu taman nasional negara tersebut.

"Kami pertama kali melihat kematian 10 kuda nil pekan lalu. Jumlahnya meningkat selama sepekan," kata direktur Taman Nasional Bwabwata, Apollinaris Kannyinga. 

"Saat kita sedang membicarakan hal ini, jumlah kematian kuda nil telah mencapai 109. Kami menduga ada wabah antraks, namun tim dokter hewan kami masih memastikannya," dia menambahkan seperti disitir UPI, Selasa 10 Oktober 2017.

Kantor berita New Era melaporkan, sejumkah bangkai kuda nil terlihat di sebuah sungai dalam taman. Pemerintah Namibia mengatakan ini adalah kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.

"Itu pernah terjadi di Zambia, terutama ketika debit sungai sangat rendah," kata Colgar Sikopo, direktur taman dan pengelolaan satwa liar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Pariwisata Namibia.

"Ini adalah peristiwa alamiah. Tidak akan berdampak negatif pada pariwisata di daerah tersebut," tambahnya.

Ini bukan kali pertamanya anthraks menyebabkan kematian hewan secara massal. Di Taman Nasional Queen Elizabeth Uganda pada 2004, lebih dari 300 kuda nil mati karena keracunan antraks.

Ilmuwan meyakini tingginya angka kematian terjadi karena begitu kuda nil mati, kuda nil lainnya menjadi kanibal dan memakan bangkai tersebut.

"Kematian yang meluas mungkin merupakan akibat dari kerakusan komunal atau 'kanibalisme' bangkai kuda nil yang mati akibat anthraks oleh kuda nil lainnya," kata analis biosekuriti dan pertanian Joseph Dudley kepada New Scientist pada saat itu.

"Saya tidak tahu kuda nil bisa saling memakan seperti itu," kata pakar antraks Martin Hugh-Jones, profesor emeritus di Louisiana State University.


(WIL)