Raja Maroko Pastikan Hadir di Bali Democracy Forum Desember Mendatang

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 04 Nov 2017 16:43 WIB
bali democracy forumindonesia-maroko
Raja Maroko Pastikan Hadir di Bali Democracy Forum Desember Mendatang
Wamenlu RI A.M Fachir melakukan pertemuan dengan Menlu Maroko Nasser Bourita (Foto: Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Rabat: Raja Maroko, Mohammed VI akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Desember mendatang. Raja Mohammed juga akan menjadi pembicara kunci pada Bali Democracy Forum (BDF) ke-10.
 
Kepastian mengenai kunjungan Raja Mohammed VI ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Wakil Menlu RI A.M Fachir melakukan kunjungan ke Maroko, sekaligus menyampaikan undangan dari Presiden Joko Widodo kepada Raja Maroko.
 
"Meski terpisah jarak yang jauh, Indonesia dan Maroko terus membina hubungan persaudaraan yang erat," demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir dalam kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri Maroko,  Nasser Bourita, di Kantor Kementerian Luar Negeri Kerajaan Maroko, Rabat Jumat, 4 November 2017.
 
Lebih lanjut, Wamenlu Fachir menyampaikan, hubungan harmonis tersebut perlu diterjemahkan dalam kerja sama dan kesepakatan di berbagai bidang, yang berorientasi kepada kebutuhan rakyat kedua negara. 
 
"Beberapa bidang yang perlu mendapat penekanan antara lain kerja sama keamanan, perdagangan, serta keagamaan," sebut Wamenlu RI, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 4 November 2017.
 
Khusus di bidang ekonomi, Wamenlu RI dan Menlu Maroko sepakat untuk mendorong perundingan Preferential Trade Agreement untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara. Sejauh ini teridentifikasi salah satu kendala perdagangan disebabkan tarif bea masuk impor yang tinggi. Tercatat total nilai perdagangan tahun 2016 sebesar USD157 juta, dengan surplus bagi Indonesia sejumlah USD33 juta.


Wamenlu RI A.M Fachir melakukan pertemuan dengan Menlu Maroko Nasser Bourita (Foto: Kemenlu RI).
 
Pada kesempatan tersebut, Wamenlu RI melalui Menlu Maroko menyerahkan undangan Presiden Joko Widodo kepada Raja Maroko, untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia serta berperan sebagai salah satu Pembicara Kunci pada forum tahunan Bali Democracy Forum (BDF) X di Bali, 7 Desember 2017.
 
Menlu Bourita pun menyampaikan Raja Mohammed VI  memastikan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.  "Rencana kunjungan tersebut akan menjadi bersejarah karena merupakan kali pertamanya kunjungan Raja Maroko ke Indonesia," sebut Menlu Bourita.
 
Lebih lanjut, Menlu Maroko mengharapkan kedua negara menyiapkan rencana kunjungan tersebut agar dapat menghasilkan kesepakatan yang konkret.
 
Terkait dengan BDF X, Wamenlu RI menegaskan pentingnya bagi negara-negara muslim untuk sharing best practices dalam mengelola demokrasi yang bersifat home-grown dan berdasarkan nilai Islam yang luhur.  Karenanya, Wamenlu mendorong kehadiran Raja Maroko pada BDF X sebagai momentum untuk menggaungkan kesuksesan Raja dalam mengelola aspirasi rakyat dan memajukan demokrasi di Maroko. 
 
"Indonesia mengundang Maroko sebagai salah satu negara yang mampu menunjukkan keharmonisan dalam Islam dan Demokrasi," tutur mantan Dubes RI untuk Arab Saudi itu.
 
Merespon hal tersebut, Menlu Maroko akan meyakinkan kembali Raja Maroko untuk memenuhi undangan dimaksud.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko dimulai pada 19 April 1960 dan diresmikan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno pada 2 Mei 1960. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan Kepala Negara asing pertama setelah kemerdekaan Maroko.

(FJR)