Tunisia Menentang Keras Keputusan AS Terkait Yerusalem

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 10:01 WIB
bdfpalestina israel
Tunisia Menentang Keras Keputusan AS Terkait Yerusalem
Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui di pelaksanaan Bali Democracy Forum X (Foto: Sonya Michaella).

Banten: Tunisia sangat menentang keras keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui.
 
 
"Tunisia sangat menyayangkan dan menentang keras keputusan AS yang baru saja dikeluarkan terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Jhinaoui dalam pidato pembukaannya di Bali Democracy Forum ke-10, Tangerang, Banten, Kamis 7 Desember 2017.
 
"Keputusan ini sangat merusak proses perdamaian Palestina dan Israel serta menambah ketidakstabilan di kawasan," ujar dia lagi.
 
Jhinaoui mengungkapkan, Tunisia pun berdiri bersama Palestina dan selalu mendukung Palestina untuk mendapatkan hak serta kemerdekaannnya.
 
"Hukum internasional sudah dilanggar dan kami tetap berdiri bersama rakyat Palestina," tegas dia.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat.
 
Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 
 
"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Jerusalem adalah Ibu Kota Israel. Ini tidak lebih dari sekedar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.
 
Keputusan Trump berbalik dengan kebijakan luar negeri AS yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.



(FJR)