Guinea Bidik Ekonomi ASEAN di 2018

Sonya Michaella    •    Selasa, 02 Jan 2018 08:10 WIB
pemilu afrika
Guinea Bidik Ekonomi ASEAN di 2018
Dubes RI untuk Senegal merangkap Guinea, Mansyur Pangeran (kanan). (Foto: Dok. KBRI Dakar)

Conakry: ASEAN menjadi sasaran baru dari Pemerintah Guinea dalam program ekonomi baru di 2018, terutama dalam kerja sama perdagangan. 

KADIN Guinea, yang baru saja bertemu dengan Duta Besar RI untuk Senegal merangkap Guinea, Mansyur Pangeran, melakukan mapping mengenai sektor-sektor penting yang berpotensi untuk dijajaki kerja sama dengan negara negara ASEAN, termasuk Indonesia.

"Selama ini, pengusaha Guinea hanya berfokus pada Tiongkok saja dan melupakan bahwa banyak potensi yang bisa digali dari kawasan ASEAN. Ada 20 ribu pengusaha Guinea yang menjalin kerja sama dengan pengusaha Tiongkok," kata Wakil Ketua KADIN Guinea, Elhadj Baubacar, seperti keterangan tertulis KBRI Dakar kepada Medcom.id, Selasa 2 Januari 2018.

Menyadari hal tersebut, KADIN Guinea telah melakukan survey pasar dan diperoleh data bahwa harga barang-barang dari Tiongkok sudah tidak kompetitif lagi dan kualitasnya juga dinilai kurang baik.

"Hasil penelitian juga menunjukkan barang-barang sejenis di ASEAN kualitasnya justru jauh lebih baik dan harganya kompetitif," lanjut dia.

KADIN Guinea telah berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan negara ASEAN termasuk Indonesia, dan KBRI Dakar diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama tersebut. Sebaliknya, KADIN Guinea siap menjadi poros penghubung antara Indonesia dengan pihak terkait di Guinea.

KADIN Guinea juga berharap dapat ditandatangani sebuah MoU kerja sama dengan KADIN Indonesia dan akan segera menyusun draft MoU tersebut.

"Momentum yang paling tepat adalah pada saat dilangsungkannya Indonesia-Afrika Forum 2018 di Bali, 10-11 April 2018," kata Dubes Mansyur.

Dubes Mansyur juga berharap MoU yang akan ditandatangani tersebut akan menjadi payung dalam mempererat kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Dubes Mansyur menegaskan bahwa kunjungan Presiden Guinea, Alpha Conde, pada tahun 2016 lalu diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih jauh erat antara Indonesia dengan Guinea. Dalam kunjungannya tahun lalu, Presiden Alpha Conde yang langsung didampingi oleh Dubes Mansyur telah melihat langsung proses pembuatan pesawat di Bandung dan tertarik untuk membeli pesawat CN-235 kebanggaan Indonesia.

Guinea yang sempat dihajar wabah virus Ebola pada tahun 2014 kini sedang mengalami boom bauksit yang menjadikannya sebagai negara dengan cadangan bauksit terbesar di dunia meski penduduknya diantara yang termiskin di dunia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan antara Indonesia dan Guinea mencapai USD28,2 juta ada tahun 2016 dengan surplus di pihak Indonesia yang didominasi dari sektor non migas.


(FJR)