Arab Saudi Akan Terapkan Pendidikan Jasmani untuk Perempuan

Fajar Nugraha    •    Rabu, 12 Jul 2017 18:32 WIB
arab saudi
Arab Saudi Akan Terapkan Pendidikan Jasmani untuk Perempuan
Mulai tahun akademik mendatang, perempuan Arab Saudi di sejumlah sekolah umum akan menerima pendidikan jasmani (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Riyadh: Menteri Pendidikan Arab Saudi mengumumkan bahwa negara itu akan mengajarkan pendidikan jasmani kepada anak perempuan.
 
Mulai tahun akademik mendatang, perempuan di sejumlah sekolah umum akan menerima pendidikan jasmani. Sebelumnya hal ini tidak diperbolehkan.
 
Pendidikan fisik bagi para perempuan sempat menjadi kontroversi di Arab Saudi, yang mana pihak konservatif menganggap bahwa hal tersebut tidak pantas 
 
"Olahraga merupakan sebuah upaya pemberdayaan,” ucap Lina Almaeena, anggota dari Penasihat Majelis Shura yang mendirikan Jeddah United, sebuah klub olahraga perempuan pertama, sebuah tim basket. 
 
Arab Saudi menerapkan hukum Islam yang ketat, yang mengharuskan perempuan untuk memiliki wali laki-laki dan mematuhi aturan berpakaian serta mereka dilarang mengemudi oleh Pemerintah Saudi. Namun  baru-baru Arab Saudi mulai membuka peluang baru bagi perempuan dan berupaya untuk memperluas partisipasi mereka. 
 
Majelis Shura menyetujui penerapan pendidikan jasmani bagi wanita pada 2014, tetapi keputusan tersebut tidak pernah diimplementasikan dan mereka harus berhadapan dengan pihak oposisi yang menganggap bahwa itu adalah “kebarat-baratan”. Awal tahun ini, dewan telah melisensikan gym yang dikhususkan untuk perempuan. 
 
"Salah satu tantangan Kami adalah mengenai ketersediaan logistik dan tenaga instruktur.  Kami tidak memiliki banyak fasilitas olahraga di sekolah," ucap Almaeena, seperti dikutip AFP, Rabu 12 Juli 2017.
 
Pemerintah telah menunjuk Putri Reema bint Bandar untuk memimpin Otoritas Olahraga Umum nasional. 
Kerajaan juga telah mengirim dua atlet wanita ke Olimpiade untuk pertama kalinya pada 2012 dan kemudian empat orang dikirim pada kompetisi 2016. 
 
Pihak berwenang berusaha untuk membingkai isu perempuan dalam olahraga dalam bentuk kesehatan. Hal ini untuk mengatasi pandangan negatif dari para konservatif.
 
Menurut  rencana reformasi Visi 2030 diperkenalkan 2016 lalu, hanya 13 persen dari populasi di Arab yang berolahraga. Setidaknya jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 40 persen. (Ratu Tiara Sari)



(FJR)