Suriah dan Lebanon Tukar Tahanan Hizbullah dengan ISIS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 14 Sep 2017 12:52 WIB
isis
Suriah dan Lebanon Tukar Tahanan Hizbullah dengan ISIS
Kelompok militan ISIS terus menimbulkan keresahan di Suriah (Foto: BBC).

Metrotvnews.com, Beirut: Sejumlah bus pengangkut pengungsi militan Islamic State (ISIS) tiba di Deir al-Zor, Suriah, pada Rabu. Mereka dapat kembali sebagai pertukaran dengan tahanan asal Hizbullah.
 
Damaskus dan Hizbullah mengizinkan hampir 300 militan bersenjata ringan dan 300 kerabatnya meninggalkan perbatasan Suriah-Lebanon dalam kesepakatan penyerahan diri setelah melakukan serangan di tempat tersebut pada bulan lalu.
    
Pertukaran tersebut menandai untuk pertama kali kelompok pemberontak itu secara terbuka menyetujui kesepakatan pergi dari wilayah kekuasaan mereka.
 
Sebelumnya, pasukan gabungan pimpinan AS menghentikan 17 bus dan iringan terbelah dua. Belum jelas apakah semua bus tiba di daerah kekuasaan ISIS di Deir al-Zor, pada Rabu, atau belum.
 
"Kesepakatan sudah selesai," kata komandan persekutuan militer, yang berjuang untuk mendukung pemerintah Damaskus, seperti dikutip dari Antara, Kamis 14 September 2017.
 
Bus mengambil jalur antara kota al-Sukhna dan Deir al-Zor, jalan utama yang telah diambil alih kendalinya oleh tentara Suriah dan pasukan sekutu dalam beberapa hari ini, kata komandan tersebut.
 
Di bawah kesepakatan evakuasi pada Agustus, petempur kelompok ISIS meninggalkan daerah kantong di perbatasan setelah terlibat pertempuran selama seminggu. Mereka melakukan perjalanan untuk kembali ke Provinsi Deir al-Zor di Suriah.
 
Kelompok Hizbullah Lebanon mengangkut jasad sebagian pasukannya yang tewas di Suriah sebagai bagian dari pertukaran, dan mengambil kembali salah satu anggotanya yang ditawan ISIS.
 
Pertukaran tersebut mengakhiri keberadaan pemberontak di wilayah perbatasan, dimana tentara Lebanon juga telah memerangi para militan dalam sebuah serangan terpisah di sisi perbatasan wilayahnya.
 
Namun, pasukan gabungan pimpinan AS yang bertempur untuk melawan kelompok ISIS, menutup akses jalan iring-iringan yang memasuki wilayah mereka di Suriah timur, dekat perbatasan dengan Irak. Iringan terbelah dua, dengan 11 bus tetap berada di kawasan gurun pasir terbuka dan yang lain mundur ke wilayah pemerintah.



(FJR)