Kekacauan di Sudan Selatan Halau Pengiriman Bantuan Makanan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 21 Apr 2017 10:10 WIB
konflik sudan selatan
Kekacauan di Sudan Selatan Halau Pengiriman Bantuan Makanan
Warga Sudan Selatan yang hidup dalam pengungsian (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Juba: Upaya mencegah bencana kelaparan di Sudan Selatan dipersulit dengan kekecauan yang terjadi.
 
Situasi tumbuh semakin kompleks ketika lembaga kemanusiaan sulit untuk menyalurkan bantuan makanan. Pasokan makanan yang dibawa, harus melalui lokasi di mana kelompok bersenjata berkuasa.
 
"Kami harus berhadapan dengan situasi kacau di lapangan. Dua tahun lalu ketika Sudan masih bersatu, hanya ada satu oposisi bersenjata," ujar analis senior dari International Crisis Group Casie Copeland, seperti dikutip VOA America, Jumat 21 April 2017.
 
"Kini kondisi sangat berbeda. Ada puluhan kelompok oposisi bersenjatan di Sudan Selatan," ucapnya.
 
Copeland menambahkan, sebagian besar dari mereka bahkan mampu memicu pertempuran dengan pasukan pemerintah. 
 
"Sementara beberapa oposisi lainnya yang tidak memiliki kemampuan, hanya melakukan serangan tiba-tiba terhadap konvoi pemerintah. Kondisi ini bisa mengancam siapa saja di lapangan dan menciptakan situasi tidak aman," jelasnya.
 
Situasi semacam ini menyulitkan lembaga bantuan kemanusian untuk beroperasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sejak konflik terjadi, sudah 82 pekerja kemanusiaan yang tewas. Sementara konflik yang dimulai sejak Desember 2013 itu memaksa 3,5 juta warga mengungsi.
 
PBB berulangkali memperingatkan situasi genosida yang mengancam di Sudah Selatan. Namun Copeland kondisi ini bukan sepenuhnya konflik etnis. Menurutnya ada banyak pihak yang terlibat dalam kondisi di Sudan Selatan.



(FJR)