Serangan Udara Tewaskan 53 Warga Sipil di Deir Ezzor

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 27 Nov 2017 12:35 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Serangan Udara Tewaskan 53 Warga Sipil di Deir Ezzor
Pesawat Su-24 dan Tupolev Tu-154 milik Rusia. (Foto: AFP/Russian Defence Ministry)

Beirut: Sedikitnya 53 warga sipil, termasuk 21 anak-anak tewas, dalam serangan udara di Deir Ezzor, Suriah, 26 November 2017 pagi waktu setempat. 

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di London menyebutkan serangan tersebut terjadi di desa Al-Shafah, provinsi Deir Ezzor, tepi timur Sungai Efrat.

Laporan yang didapat SOHR didapat dari jaringan sumber di Suriah. SOHR mengaku belum dapat menentukan jenis pesawat, namun diduga milik Rusia. 

Sementara itu, monitor awalnya memberi laporan korban tewas sebanyak 34 jiwa. Namun, jumlah semakin bertambah seiring ditemukan beberapa mayat di lokasi kejadian.

"Jumlah korban meningkat setelah menyingkirkan puing-puing dalam operasi penyelamatan yang telah berlangsung lama," ujar Kepala SOHR, Rami Abdel Rahman, seperti dikutip dari AFP, Senin, 27 November 2017.

Rami menambahkan, 18 orang lainnya juga terluka dalam serangan udara tersebut.

Rusia merupakan sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pada September 2015, Rusia memulai intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Assad, dan secara bertahap membantu Damaskus mendapatkan kembali wilayahnya.

Sementara itu, Deir Ezzor merupakan salah satu tempat terakhir militan Islamic State (ISIS). Mereka berhasil diusir dari benteng utama tempat mereka berdiri, yaitu di kota Raqqa.

Sejak konflik pada Maret 2011 di Suriah, lebih dari 340 ribu orang tewas.


(WIL)