Israel-India akan Mulai Lagi Perundingan Penjualan Rudal

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 18 Jan 2018 06:31 WIB
nuklirisrael
Israel-India akan Mulai Lagi Perundingan Penjualan Rudal
PM India Narendra Modi (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv. (Foto: AFP)

Israel: Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan India akan memulai kembali pembicaraan dengan Israel mengenai kesepakatan dibatalkan untuk membeli rudal anti tank. 

New Delhi telah menangguhkan kesepakatan USD500 juta untuk membeli rudal anti tank Spike dari kontraktor pertahanan milik negara Israel Rafael setelah memutuskan untuk memproduksi peralatan sendiri.

Namun, di kunjungan pertama seorang perdana menteri Israel ke India dalam 15 tahun terakhir itu mengatakan, bahwa mitranya dari India telah sepakat untuk meninjau kembali kesepakatan 2014.

"Pemerintah India telah memberi tahu kami bahwa pihaknya menempatkan kesepakatan Spike kembali ke jalur semula. Ini sangat penting dan akan ada banyak kesepakatan lagi," kata Netanyahu dilansir dari AFP, Kamis 18 Januari 2018.

Kepala militer India Bipin Rawat mengatakan pekan lalu bahwa kesepakatan tersebut dibatalkan setelah Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) yang dikelola negara tersebut menawarkan untuk memproduksi rudal serupa sesuai dengan inisiatif "Make in India" Narendra Modi.

Modi ingin mengakhiri status India sebagai importir pertahanan utama dunia dan mendorong perusahaan asing untuk mentransfer teknologinya ke perusahaan lokal untuk menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan.

Namun awal bulan ini, India mengumumkan akan membeli 131 rudal darat ke udara dari Israel untuk kapal induk buatan pertama di dalam negeri. Modi membuat sejarah pada bulan Juli saat ia menjadi pemimpin India pertama yang mengunjungi Israel.

Selama kunjungan Netanyahu, keduanya telah menandatangani serangkaian kesepakatan mengenai minyak, gas, energi terbarukan dan keamanan cyber serta berjanji untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral.


(AGA)