Iran Nilai Trump Telah Merusak Prestise AS

Arpan Rahman    •    Minggu, 04 Nov 2018 17:05 WIB
amerika serikatnuklir iraniran
Iran Nilai Trump Telah Merusak Prestise AS
Pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

Teheran: Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei menilai Presiden Donald Trump telah "mempermalukan" prestise Amerika Serikat lewat serangkaian kebijakan kontroversial. Pernyataan disampaikan Khamenei, Sabtu 3 November 2018, satu hari usai AS mengumumkan penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran.

"Trump telah mempermalukan sisa-sisa dari prestise AS dan juga demokrasi liberalnya. Kekuatan ekonomi dan militer AS juga menurun (di bawah Trump," tutur Khamenei dalam tulisan di Twitter, mengutip pidato yang disampaikannya di Teheran.

Baca: Trump Gunakan Jargon 'Game of Thrones' terhadap Iran

Pidato di Teheran pada Jumat disampaikan Khamenei dalam rangka memperingati pengambilalihan Kedutaan Besar AS di ibu kota Iran pada 1979. Peristiwa itu diperingati pada setiap tahunnya dengan gerakan massa berskala nasional.

"Tantangan antara AS dan Iran telah berlangsung selama 40 tahun sejauh ini, dan AS telah melakukan berbagai langkah terhadap kita: lewat perang militer, ekonomi dan media," tutur Khamenei, seperti dinukil dari kantor berita UPI.

"Fakta kuncinya adalah, selama 40 tahun terakhir ini, pihak yang kalah adalah AS, dan pemenang adalah Iran," lanjut dia.

Sementara itu, penjatuhan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Iran akan mulai berlaku mulai Senin 5 November. Sanksi dijatuhkan kembali usai Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015.

Khamenei mengatakan, "setiap keputusan Trump selalu ditentang pihak oposisi negaranya sendiri. Penentangan juga tidak datang dari individu, tapi dari pemerintahan di seluruh dunia."


(WIL)