Sekjen PBB Janjikan Lebih Banyak Bantuan ke Haiti

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Oct 2016 17:18 WIB
badai matthew
Sekjen PBB Janjikan Lebih Banyak Bantuan ke Haiti
Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri) saat mengunjungi penampungan korban badai Matthew di Les Cayes, Haiti, 15 Oktober 2016. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Metrotvnews.com, Les Cayes: Warga Haiti putus asa menunggu bantuan darurat setelah dihantam Badai Matthew. Mereka pun beramai-ramai menjarah truk berisi bantuan dari Persatuan Bangsa-Bangsa pada akhir pekan kemarin. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon berjanji menyalurkan lebih banyak bantuan.

Badai Kategori 4 mengoyak Haiti pada 4 Oktober, menewaskan sekitar 1.000 orang dan menyebabkan lebih dari 1,4 juta jiwa membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 175.000 penduduk yang kehilangan tempat tinggal. Banjir akibat Matthew di Haiti juga memicu wabah kolera.

"Kami akan memobilisasi banyak sumber daya dan dukungan medis sebanyak yang kita bisa, untuk menghentikan epidemi kolera dan mendukung keluarga korban," kata Ban dalam sebuah konferensi pers seperti disitat Reuters, Minggu (16/10/2016). Dia berjanji menggalang lebih banyak dana untuk mengatasi kolera.

Imbas badai Matthew di Haiti masih mengganggu jaringan listrik, komunikasi, dan transportasi. Bantuan penting seperti atap, makanan, dan obat-obatan begitu lambat mencapai pelbagai daerah, mendorong penduduk setempat memblokade jalan untuk menjarah truk-truk yang melintas.

"Saya dengan tegas mengutuk semua serangan terhadap konvoi kemanusiaan. Hari ini saya secara pribadi menyaksikan truk Program Pangan Dunia (WFP) diserang," kata Ban dalam lawatan satu harinya di Haiti, mengatakan insiden tersebut menyakiti mereka yang paling membutuhkan.

Seorang koordinator untuk sayap Amerika dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pusat bantuan PBB berbasis di Les Cayes ditutup setelah lawatan Ban. Penyebabnya, dua truk kontainer berisi makanan dari WFP telah dijarah di luar pangkalan pada Sabtu. Koordinator berbicara secara anonim karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Warga Resah


Korban badai Matthew berjalan di tengah hujan di Les Cayes, Haiti. (Foto: AFP)

"Kami memahami ketidaksabaran dan kemarahan penduduk yang sedang menunggu bantuan darurat. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk memfasilitasi kedatangan bantuan secepat mungkin," ujar Ban.

Ban mengunjungi korban badai yang ditampung di gedung sekolah, menjanjikan bantuan kepada mereka dan meminta mereka untuk "tetap kuat." Saat ia mendekati mobilnya untuk meninggalkan sekolah di tengah pengamanan ketat, penduduk setempat berteriak-teriak, "Rumah kami hancur... Bantu kami!"

Kunjungan Ban adalah kesempatan bagi Sekjen PBB asal Korea Selatan itu untuk memoles warisannya di badan dunia sebelum masa tugasnya berakhir pada akhir tahun.

Wabah kolera telah mengintai daerah di sepanjang garis pantai Haiti. Padahal sejak berbulan-bulan, tak ada lagi yang terjangkit penyakit itu di Haiti. Kini, jumlah kasusnya dilaporkan melonjak. Banyak warga Haiti kekurangan akses air minum setelah badai.

Haiti tidak mendokumentasikan kasus kolera di hingga 2010, beberapa bulan setelah gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) meratakan banyak bangunan di ibukota Port-au-Prince.

Beberapa studi ilmiah telah melacak wabah itu ke basisnya di Mirebalais yang menjadi pangkalan pasukan penjaga perdamaian Nepal, yang berjarak sekitar satu jam di luar ibukota. Wabah kolera di Haiti hampir identik dengan sebuah endemik di Nepal.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA