Iran Bantah Serang Jalur Pipa, Arab Saudi Tingkatkan Keamanan

Arpan Rahman    •    Minggu, 12 Nov 2017 22:40 WIB
arab saudiiran
Iran Bantah Serang Jalur Pipa, Arab Saudi Tingkatkan Keamanan
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Riyadh: Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, akan meningkatkan keamanan di fasilitas minyaknya setelah Bahrain menyalahkan Iran atas sebuah tembakan di sebuah jaringan pipa yang menghubungkan kedua sekutu Arab Saudi tersebut. Iran membantah terlibat.

Rencana meningkatkan keamanan dilaporkan oleh televisi Al-Arabiya, pada Sabtu 11 November, mengutip Kementerian Energi Saudi. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan bahwa aksi teroris baru-baru ini di Bahrain diarahkan oleh Iran. 

Pasukan keamanan memastikan bahwa ledakan itu disengaja. Pipa tersebut kemudian melanjutkan pemompaan minyak setelah terhenti sebentar, kantor berita Bahrain News Agency melaporkan, mengutip pernyataan dari Bahrain Petroleum Co.

"Upaya untuk mengebom pipa minyak Saudi-Bahraini adalah eskalasi Iran yang berbahaya yang bertujuan untuk menakut-nakuti warga negara dan melukai industri minyak global," Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid Al-Khalifa menulis di Twitter. 

Iran menanggapi: orang-orang Bahrain "perlu tahu bahwa era kebohongan dan dongeng kanak-kanak sudah berakhir," kantor berita resmi Islamic Republic News melaporkan, pada Minggu 12 November, mengutip juru bicara Kemenlu, Bahram Qassemi.

Ketegangan meningkat di wilayah tersebut setelah Arab Saudi menyalahkan Iran yang dikuasai Syiah karena melakukan percobaan serangan rudal ke bandara internasional Riyadh, pekan lalu. Seraya mengatakan bahwa hal itu dapat dianggap sebagai gertakan perang. Saudi mengatakan, rudal yang digagalkan, yang diluncurkan oleh pemberontak Yaman memiliki merek Iran, sebuah tuduhan yang ditolak Iran.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah menyarankan warga negara mereka agar meninggalkan Lebanon, setelah sebelumnya memperingatkan pemerintah Lebanon tentang bahaya Hizbullah, sebuah kelompok yang didukung Iran. Awal bulan ini, Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengundurkan diri dalam sebuah pernyataan dari Riyadh yang menyalahkan Iran dan Hizbullah atas kepergiannya dari rumah.


(FJR)