WNI Ditahan Tanpa Notifikasi oleh Otoritas Mesir

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 08:41 WIB
perlindungan wni
WNI Ditahan Tanpa Notifikasi oleh Otoritas Mesir
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Kairo: Sebanyak lima Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditahan di Mesir. Namun, lagi-lagi KBRI Kairo tidak juga mendapat notifikasi terkait penangkapan WNI kendati telah mendapat kabar pertama kali sejak 22 November lalu dari seorang WNI.
 
Menurut laporan, dua di antaranya sudah berhasil bebas dan dua lainnya harus dideportasi. Sementara, satu WNI masih ditahan otoritas Mesir.
 
"22 November KBRI Kairo mendapat kabar dari Dodi Firmansyah Damhuri jika tiga temannya masih ditahan. Ternyata Dodi bersama satu orang lagi ini juga sempat ditahan tetapi sudah bebas karena memiliki izin tinggal valid," tulis pernyataan resmi dari KBRI Kairo yang diterima Medcom.id, Selasa 5 Desember 2017.
 
"Diketahui salah satu dari yang ditahan termasuk dalam 122 calon mahasiswa non-prosedural yang tiba di Mesir awal tahun 2017," lanjut pernyataan itu.
 
Tiga WNI yang merupakan pelajar tersebut bernama Muhammad Fitrah Nur Akbar (Mahasiswa Tk. II Fakultas Syariah Univ. Al Azhar), Ardinal Khairi (Mahasiswa Tk. I Fakultas Ushuluddin Univ. Al Azhar), dan Hartopo Abdul Jabbar (Pelajar Persiapan Bahasa Arab / Darul Lughoh) terciduk razia aparat keamanan Mesir di kawasan Tabbah, Nasr City.
 
Mereka sempat ditahan di Kantor Polisi Nasr City II karena memerlukan pendalaman investigasi lebih lanjut dari National Security, Kementerian Dalam Negeri Mesir. 
 
"KBRI telah menyampaikan nota diplomatik ke Kemlu Mesir, Kantor Grand Syekh Al Azhar dan National Security untuk meminta Pemerintah Mesir membebaskan ketiga WNI dimaksud," sebut pernyataan itu lagi.
 
Dikatakan pula, KBRI Kairo juga telah mengupayakan kondisi yang layak untuk mereka selama berada di dalam tahanan, yaitu dengan memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari. 
 
Kendati demikian, KBRI Kairo menyayangkan penangkapan tersebut karena sampai 27 November lalu, KBRI tidak menerima notifikasi apapun mengenai penangkapan ini. 
 
Untuk itu, KBRI telah melakukan koordinasi dengan National Security dan kembali menyampaikan permohonan untuk membebaskan ketiga WNI tersebut. Dalam pertemuan dengan KBRI Cairo, dijelaskan bahwa sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh National Security, kedua mahasiswa atas nama Ardinal Khairi dan Hartopo Abdul Jabbar diputuskan untuk dideportasi dengan alasan 'Keamanan Nasional' oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir.
 
Hingga 4 Desember kemarin, KBRI Kairo belum menerima notifikasi maupun keputusan dari Pemerintah Mesir terkait satu WNI mahasiswa yang masih ditahan oleh Aparat Keamanan di Kantor Polisi Nasr City II atas nama Muhammad Fitrah Nur Akbar. Padahal, ia masih memiliki izin tinggal valid hingga 2018.
 
Maka dari itu, karena besarnya jumlah mahasiswa di Mesir yang potensial sebagai sasaran razia aparat keamanan Mesir, KBRI Kairo telah mengkomunikasikan saran tindak lanjut terhadap kasus ini kepada instansi terkait di Indonesia, termasuk mempertimbangkan untuk menghentikan pengiriman mahasiswa ke Mesir selama situasi dan prosedur keamanan di Mesir belum kondusif.



(FJR)