Pemberontak Houthi Dianggap Bertanggungjawab Sulut Peperangan Yaman

Arpan Rahman    •    Sabtu, 02 Dec 2017 17:13 WIB
konflik yaman
Pemberontak Houthi Dianggap Bertanggungjawab Sulut Peperangan Yaman
Para pendukung Houthi berkumpul mendengar pidato pemimpin mereka Abdul-Malik al-Houthi (Foto: AFP).

Sanaa: Kongres Rakyat Umum Yaman (GPC) menyatakan pemberontak Houthi yang bertanggungjawab karena menyulut perang. Demikian sebuah pernyataan partai yang didirikan oleh presiden terguling Ali Abdullah Saleh, pada Sabtu. Saat bertepatan bentrokan sengit meletus di ibukota Sanaa.
 
Pasukan milik GPC menangkap seorang pemimpin Houthi di kamp militer Kaziz di selatan ibu kota tersebut. Muncul laporan bahwa gedung televisi pemerintah Yaman dikepung oleh Garda Republik.
 
Sanaa berada di bawah kendali milisi Houthi sejak 2015, dalam sebuah langkah yang digambarkan sebagai kudeta oleh pemerintah Yaman yang sah, yang didukung Arab Saudi dan sebuah koalisi negara-negara Arab.
 
Pada Sabtu 2 Desember, bentrokan sengit juga dilaporkan terjadi di dekat rumah Saleh. GPC Yaman meminta angkatan bersenjata dan pegawai pemerintah tidak mematuhi perintah Houthi.
 
Menurut sumber Al Arabiya Channel, konflik tersebut juga secara langsung mempengaruhi ibukota. Arus lalu lintas terhenti di tengah masalah keamanan.
 
Bentrokan menyebar di Sanaa
 
Pada Jumat 1 Desember, pertempuran menyebar ke wilayah baru ibu kota di distrik Naqm di Saouan, daerah Hadda, distrik politik, Baghdad Street dan Sakhr Street.
 
Sejumlah kematian dilaporkan dialami kedua belah pihak saat para pejuang memakai senjata berat dan ringan. Warga setempat mengonfirmasi kepada Al Arabiya bahwa ledakan mengguncang ibukota.
 
Saling tuding antara loyalis Houthi dan Saleh dipertentangkan di berbagai media mereka yang salah-menyalahkan karena melanggar gencatan senjata yang diumumkan, Jumat.
 
Juru bicara Partai GPC, yang menaungi Ali Abdullah Saleh, menuduh milisi Houthi memanaskan situasi di Sanaa sesudah mereka menyerang rumah Brigadir Jenderal Tariq Saleh dan rumah warga di distrik politik Sanaa.
 
"Milisi yang berafiliasi dengan kelompok Houthi melakukan gencatan senjata dan menyerang rumah Brigadir Jenderal Tariq Salih dan rumah saudaranya Mohammed. Kami berkoordinasi dengan komite mediasi untuk memantau situasi," situs milik Ali Abdullah Saleh melaporkan, mengutip sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri.
 
Milisi Houthi dilaporkan menembakkan rudal RPG tanpa pandang bulu, menargetkan rumah-rumah dan kendaraan sipil.
 
Situs berita Houthi menuding loyalis Saleh melanggar gencatan senjata beberapa kali, meski ada upaya mediasi.
 
Sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan bahwa loyalis Saleh menargetkan siapa saja yang bersekutu milisi Houthi dengan berbagai jenis senjata, lapor media Houthi.
 
Tiga hari terakhir tampak konfrontasi berdarah, di mana puluhan orang yang tewas dan terluka di kedua belah pihak, sebelum pengumuman gencatan senjata pada Jumat malam, yang tidak berlangsung lama.



(FJR)