200 Imigran Dibuang ke Laut Yaman, 50 Hilang

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 11 Aug 2017 06:12 WIB
konflik yaman
200 Imigran Dibuang ke Laut Yaman, 50 Hilang
Kru dari Migrant Offshore Aid Station Phoenix menolong para imigran di laut. (Foto: CNN/IOM).

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan pengungsi sengaja ditenggelamkan ke laut di lepas pantai Yaman oleh penyelundup. Tim Patroli dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menemukan lima jenazah pada Kamis 10 Agustus 2017. Sementara 50 imigran masih dinyatakan hilang.

"Situasi ini sangat dramatis," ujar Laurent De Boeck, Kepala Agen IOM Yaman seperti dilansir Al-Jazeera di Brussels, Belgia, Jumat 11 Agustus 2017.

Para pengungsi awalnya berada di kapal bersama para penyelundup. Mereka sengaja dijatuhkan ke laut sebelum sampai ke pantai. Beberapa imigran masih hilang, sementara yang lain telah dikuburkan jenazahnya di pantai.

Menurut Laurent, imigran yang selamat sangat kelelahan dan terguncang. Peristiwa imigran yang dipaksa keluar sebelum sampai ke tepian diakuinya baru pertama kali terjadi.

Perang saudara di Yaman dan runtuhnya beberapa negara di Afrika memungkinkan jaringan penyelundup manusia bertindak bebas dan membahayakan bagi pengungsi dan imigran.

Kepala IOM, William Lacy Swing menyatakan negara-negara konflik seperti Yaman membutuhkan dukungan untuk memperkuat penegakan hukum terkait manajemen perbatasan. Tujuannya melindungi imigran yang rentan. 

Penyelendup imigran ke Yaman sendiri berasal dari Djibaouti, Ethiopia dan Somalia. Mereka mengakut imigran yang melintasi kawasan tanduk Afrika.

Perairan sempit antara wilayah tanduk Afrika dan Yaman menjadi jalur migrasi yang populer meski konflik di Yaman terus berkecamuk. Pengungsi dan imigran terus berusaha memasuki negara teluk yang kaya minyak. Setiba di Yaman, pengungsi dan imigran menghadapi kebrutalan perang yang memaksa mereka kembali ke Sudan, Mesir dan Libya.


(HUS)