Sejak 2012 Israel Sudah 100 Kali Serang Suriah

Arpan Rahman    •    Senin, 09 Apr 2018 19:28 WIB
krisis suriahkonflik suriah
Sejak 2012 Israel Sudah 100 Kali Serang Suriah
Israel tidak sekali saja melakukan serangan ke Suriah (Foto: AFP).

Damaskus: Rusia dan militer Suriah menyalahkan Israel atas serangan rudal dini hari, Senin 9 April 2018. Bukan kali ini saja Israel melakukan serangan.
 
Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan, dua pesawat Israel menyasar pangkalan udara Tayif atau T4 di provinsi Homs, menembakkan delapan rudal. Namun Kementerian Luar Negeri Israel tidak berkomentar ketika ditanya tentang tuduhan tersebut.
 
(Baca: Rusia Klaim Israel Lakukan Serangan yang Tewaskan 14 Warga Suriah).
 
Ini bukan pertama kalinya Israel melakukan serangan ke Suriah. Sejak 2012, Israel menyerang sekitar 100 kali di Suriah.
 
Saat itu mereka berupaya memukul konvoi senjata kelompok milisi Lebanon, Hezbollah, yang sudah berjuang bersama pasukan pemerintah Suriah.
 
Baru-baru ini, Israel menghantam pangkalan udara T4 yang sama, pada Februari, setelah mengatakan sebuah pesawat tak berawak Iran yang telah melanggar wilayah udara Israel lepas landas dari pangkalan itu.
 
Sebelumnya, Senin, kantor berita negara Suriah SANA melaporkan serangan itu kemungkinan "agresi Amerika." Namun pejabat Amerika mengatakan, AS belum meluncurkan serangan.
 
SANA melansir serangan rudal itu mengakibatkan sejumlah korban, tapi tidak memberi angka spesifik.
 
Pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris, yang mengamati perang melalui jaringan aktivis di lapangan, mengatakan 14 tewas, termasuk warga Iran dan juga tiga perwira Suriah.
 
(Baca: Pangkalan Militer Suriah Diserang, Korban Tewas Berjatuhan).
 

Rami Abdurrahman, kepala SOHR, mengatakan serangan itu menargetkan unit pertahanan udara bergerak dan beberapa bangunan di dalam pangkalan udara. Dia menambahkan bahwa itu juga menghantam POS di luar pangkalan yang digunakan pejuang dan pendukung Iran.
 
Israel khawatir Iran bisa memanfaatkan wilayah Suriah guna melakukan serangan terhadap mereka.
 
Serangan rudal itu menyusul serangan gas beracun yang dicurigai, Sabtu, di kubu terakhir pemberontak Suriah di pinggiran timur Damaskus. Setidaknya 40 orang tewas dalam serangan, termasuk beberapa keluarga yang ditemukan di rumah dan tempat tinggal mereka, aktivis oposisi dan penyelamat lokal mengatakan.
 
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan "harga mahal untuk membayar" atas dugaan serangan kimia. Sesudah serangan udara, dilaporkan, juru bicara Pentagon Christopher Sherwood menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "pada saat ini, Departemen Pertahanan tidak menggelar serangan udara di Suriah."
 
Suriah membantah pernah menggunakan senjata kimia selama perang. Dikatakan, senjata kimia sudah dihapuskan di bawah perjanjian 2013 yang diperantarai oleh AS dan Rusia.


(FJR)


Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

13 hours Ago

Sejumlah kebijakan Trump disindir Obama, yaitu kebijakan imigrasi dan mundurnya AS dari Kesepakatan…

BERITA LAINNYA