PBB: 300 Ribu Anak-Anak di Somalia Terancam Kelaparan

Willy Haryono    •    Rabu, 21 Sep 2016 14:34 WIB
konflik somalia
PBB: 300 Ribu Anak-Anak di Somalia Terancam Kelaparan
Lebih dari 300 ribu anak-anak di Somalia mengalami malnutrisi. (Foto: Getty)

Metrotvnews.com, Mogadishu: Hampir lima juta orang di Somalia kekurangan makanan akibat rendahnya curah hujan, bencana alam dan konflik bersenjata. 

Dari lima juta tersebut, menurut data Persatuan Bangsa-Bangsa, lebih dari 300 ribu di antaranya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun. Mereka mengalami malnutrisi parah dan membutuhkan bantuan darurat. 

Level malnutrisi di Somalia disebut-sebut telah meningkat tajam dalam enam bulan terakhir, yang melanda hampir separuh dari total populasi. 

PBB mengatakan sebagian besar dari mereka yang membutuhkan bantuan di Somalia telah terusir dari tempat tinggal masing-masing akibat konflik bersenjata. 

Peter de Clercq, koordinator kemanusiaan PBB untuk Somalia, mengatakan pihaknya dan organisasi relawan lain siap "meningkatkan" respons mereka dalam menghadirkan cukup makanan bagi warga. 

Namun dia menyebut usaha tersebut terbentur pendanaan, yang baru mencapai 32 persen dari target awal PBB dan organisasi lainnya. 

Krisis makanan di Somalia terjadi karena rendahnya curah hujan di wilayah selatan dan pusat. Produksi pangan di wilayah tersebut menurun hingga lebih dari separuh dalam enam bulan terakhir. Para petani juga telah kehilangan banyak hewan ternaknya akibat kekeringan. 

Cuaca dan Konflik Bersenjata

Sejumlah organisasi relawan memperingatkan bahwa angka tersebut dapat terus meningkat jika kamp pengungsian Dadaab di Kenya ditutup. Jika ditutup, maka ribuan pengungsi Somalia akan kembali ke negara mereka yang berada dalam kondisi memprihatinkan. 

Pada Januari, sejumlah agensi bantuan mengajukan penggalangan dana hingga lebih dari USD880 juta untuk meredakan krisis kemanusiaan di Somalia. Namun hingga kini, target tersebut belum tercapai. 

Laporan terbaru PBB pada Selasa (20/9/2016) menyebutkan bahwa produksi tanaman pangan di Somalia menurun drastis akibat rendahnya faktor cuaca. Namun faktor paling utamanya, menurut PBB, adalah aksi kekerasan yang dilancarkan sejumlah grup ekstremis seperti al-Shabab. 

Al-Shabab telah melawan pemerintahan Somalia selama bertahun-tahun, dan juga kerap melancarkan serangkaian serangan ke Kenya. Grup terafiliasi al-Qaeda itu telah diusir dari beberapa kota utama Somalia, tapi masih menjadi ancaman nyata hingga saat ini.


(WIL)