Diaspora Qatar Dukung Pengembangan Pesawat Rancangan BJ Habibie

Sonya Michaella    •    Senin, 20 Nov 2017 15:30 WIB
indonesia-qatar
Diaspora Qatar Dukung Pengembangan Pesawat Rancangan BJ Habibie
Komunitas Diaspora Indonesia di Qatar. (Foto: Dok. KBRI Doha)

Doha: Komunitas Diaspora Indonesia di Qatar mendukung upaya crowdfunding bagi pengembangan pesawat turboprop R80 yang dirancang Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi dalam pertemuan dengan diaspora bersama delegasi PT Regio Aviasi Industri. 

Crowdfunding sendiri adalah salah satu metode pendanaan bisnis alternatif atau bisa disebut dengan penggalangan dana untuk mewujudkan sebuah proyek atau kepentingan sosial.

Proyek R80 ini membutuhkan dana namun hingga kini belum terpenuhi semua. Ada pun pembiayaan R80 sebesar 55 persen berasal dari dalam negeri, antara lain melalui pembiayaan investasi nonanggaran (PINA), swasta nasional, crowdfunding dan vendor.

Proyek pesawat ini sudah resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Perpres tersebut mencantumkan 248 proyek yang masuk program Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, termasuk pesawat R80 yang ditargetkan terbang perdana 2022 mendatang.

Pembuatan pesawat R80 pun ada beberapa bagian yang diproduksi dalam negeri dan ada yang didatangkan dari luar negeri, seperti peralatan navigasi maupun radar. Di luar komponen tersebut dan mesin utama, seluruhnya dibuat dan diproduksi oleh Indonesia.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Doha kepada Metrotvnews.com, Senin 20 November 2017, sejumlah maskapai, seperti NAM Air, Kalstar, Trigana Air dan Aviastar sudah menyatakan minatnya untuk memesan total hingga 155 unit pesawat R80 melalui Letter of Interest.

Pesanan dari NAM Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit. Menurutnya, keunggulan pesawat ini dari pesaing terdekatnya, yaitu ATR-72 yang digunakan Garuda Indonesia, antara lain lebih efisien, nyaman dan ekonomis terutama untuk jarak dekat dengan jarak tempuh sekitar 1.400-1.500 kilometer.

Selain di Doha, presentasi mengenai  crowdfunding ini juga dilakukan di kota Alkhor.  Menurut  salah seorang tokoh diaspora Indonesia di  Qatar,  Said Malawi, terdapat sekitar 15 ribu ekspatriat asing dari 50 negara bekerja di ladang migas Ras Lafan. Sebagian besar bermukim pada kompleks Al-khor Community. Komunitas Indonesia mencapai 1.500 jiwa dan itu merupakan komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.

Komunitas Indonesia memiliki 51 organisasi kemasyarakatan yang seluruhnya berada dalam naungan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (PERMIQA) yang memiliki sumber daya finansial yang sangat potensi guna menggalang crowdfunding. Menurut perkiraan International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI di Qatar pada 2015 sekitar 43 ribu seperempat diantaranya adalah pekerja terampil. 



(WIL)


Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

13 hours Ago

Sejumlah kebijakan Trump disindir Obama, yaitu kebijakan imigrasi dan mundurnya AS dari Kesepakatan…

BERITA LAINNYA