Usai Dipangkas Trump, Palestina dapat Suntikan Dana Baru

Haifa Salsabila    •    Rabu, 31 Jan 2018 06:57 WIB
amerika serikatpalestinadonald trump
Usai Dipangkas Trump, Palestina dapat Suntikan Dana Baru
Anak-anak Palestina. (Foto: AFP).

Jenewa: Belasan negara setuju untuk mendahulukan memberikan sumbangan tahunan mereka kepada badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Hal ini dilakukan menyusul sikap Amerika Serikat (AS) yang memotong sebagian sumbangannya. 

Dilansir Antara, kepala UNRWA Pierre Kraehenbuehl menilai bahwa yang dilakukan pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump itu terkait dengan pemungutan suara di PBB, yang menolak pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

AS sendiri mengatakan akan menarik USD65 juta dari USD125 juta sumbangan pada bulan ini yang telah direncanakan kepada UNRWA. Padahal, uang tersebut akan digunakan untuk menjalankan kegiatan sekolah dan klinik bagi 5,3 juta warga Palestina di seluruh Timur Tengah, termasuk di Gaza dan Tepi Barat.

"Sangat jelas bahwa keputusan yang diambil oleh Amerika Serikat itu tidak terkait dengan kinerja kami," kata Kraehenbuehl dalam acara jumpa pers, Selasa 30 Januari, waktu setempat. 

Pernyataan tersebut mengacu pada pertemuan antara dirinya dan sejumlah pejabat tinggi AS di Washington pada November, yang diakuinya berlangsung "dengan sangat baik"

"(Keputusan pemangkasan bantuan) ini tampaknya berkaitan dengan debat yang berlangsung menyangkut Yerusalem, pemungutan suara soal Yerusalem di Majelis Umum PBB. Saya katakan lagi di sini bahwa pendanaan untuk kemanusiaan harus dijaga dari pertimbangan politis," tambah dia. 

(Baca juga: Trump Ancam Hentikan Bantuan untuk Palestina)

Ada sebelas negara yang setuju mendahulukan sumbangan mereka untuk mendanai program-program UNRWA dalam beberapa bulan ke depan, ungkap Kraehenbuehl setelah dia bertemu dengan perwakilan negara-negara donor.

Menurut Kraehenbuehl, tujuh negara tersebut yakni Swiss, Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Jerman dan Rusia, sudah mentransfer sumbangan awal. Sementara empat negara lainnya, yaitu Belgia, Kuwait, Belanda dan Irlandia, telah menyatakan janji mereka untuk melakukan langkah serupa dalam waktu dekat.

Kraehenbuehl telah meluncurkan permohonan bantuan dana sekitar USD800 juta untuk membantu para pengungsi Palestina di Suriah, Lebanon, Yordania dan wilayah-wilayah Palestina tahun ini.

Ia mengatakan bahwa UNRWA telah menerima sumbangan sebesar USD360 juta dari AS tahun lalu namun Washington hanya menyediakan USD60 juta untuk 2018. Kraehenbuehl menyebut pemangkasan oleh AS itu sebagai "perubahan yang sangat fatal dan dramatik".


 


(REN)