Serangan Lanjutan di Ghouta Suriah Tewaskan 78 Orang

Arpan Rahman    •    Rabu, 07 Feb 2018 11:53 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Serangan Lanjutan di Ghouta Suriah Tewaskan 78 Orang
Relawan dan warga sipil mencoba menggali reruntuhan bangunan untuk mencari korban serangan udara di Arbin, Ghouta, Suriah, 6 Februari 2018. (Foto: AFP/ABDULMONAM EASSA)

Damaskus: Serangan udara lanjutan yang dilakukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad di daerah pemberontak di dekat Damaskus menewaskan 78 warga sipil, Selasa 6 Februari 2018. Serangan tetap dilanjutkan meski tekanan Barat terhadap Assad meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Kematian 78 orang terjadi satu hari usai serangan udara rezim menewaskan 31 warga sipil lainnya di Ghouta timur. Gempuran terjadi saat Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak dilakukannya gencatan senjata di Suriah untuk penyaluran bantuan kemanusiaan.

Ghouta Timur dan Idlib, dua provinsi yang menjadi lokasi serangan udara sepanjang pekan ini, disebut sebagai zona deeskalasi berdasarkan kesepakatan tahun lalu. Awalnya, perjanjian tersebut bertujuan membuka jalan menuju perdamaian.

Dilansir AFP, Rabu 7 Februari 2018, komite yang diberi mandat PBB mengatakan bahwa eskalasi kekerasan baru-baru ini telah "mencederai" kesepakatan tersebut. 

Tambahan korban jiwa di Ghouta terjadi saat Amerika Serikat mengancam tindakan militer terkait laporan adanya penggunaan senjata kimia di Suriah, tepatnya di Idlib.

Baca: Serangan Udara Tewaskan 29 Orang di Ghouta Timur

Menurut grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights, jumlah korban tewas di Ghouta meningkat dari laporan awal 16 menjadi 78, termasuk 19 anak-anak. Terdapat pula tambahan korban luka sekitar 100 orang.

PBB menyayangkan berlanjutnya serangan di Ghouta. Padahal jika akses dibuka, PBB dapat mengirimkan tiga konvoi berisi bantuan kemanusiaan per pekan, yang akan diberikan kepada lebih dari 700 ribu warga sipil.


(WIL)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

3 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA