ISIS Semakin Terpojok di Markas Terakhir Suriah

Willy Haryono    •    Senin, 18 Feb 2019 15:02 WIB
krisis suriahisis
ISIS Semakin Terpojok di Markas Terakhir Suriah
Seorang milisi SDF berada di desa Baghouz, yang merupakan markas terakhir ISIS di Suriah, 17 Februari 2019. (Foto: AFP/FADEL SENNA)

Baghouz: Kelompok militan Islamic State (ISIS) semakin terpojok di markas terakhir "kekhilafahan" mereka di Suriah, Senin 18 Februari 2019. Saat ini, wilayah kekuasaan ISIS di desa Baghouz Al-Fawqani hanya tersisa kurang dari setengah kilometer persegi.

Namun ISIS masih bisa bertahan dengan menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup. ISIS menghalangi upaya melarikan diri warga dengan memblokade sejumlah ruas jalan.

Di sebuah atap di pinggir desa Baghouz, seorang personel Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa frekuensi radio yang digunakan ISIS untuk berkomunikasi sudah mati.

"Sekarang area kekuasaan mereka sudah benar-benar menyempit, dan mereka juga sudah tidak mempunyai banyak walkie talkie lagi. Mereka sudah sangat jarang berkomunikasi," ungkap milisi SDF tersebut.

Juru bicara SDF Mustefa Bali menyebut ISIS memblokade akses jalan ke markas terakhir mereka di Baghouz. Blokade tersebut membuat sekitar 2.000 warga sipil terperangkap.

"Daesh telah menutup semua jalanan," sebut dia, menggunakan akronim lain dari ISIS.

Sementara itu jubir koalisi pimpinan AS Sean Ryan menyebut sekelompok warga sipil yang berhasil melarikan diri dari Baghouz mengonfirmasi bahwa ISIS memang menggunakan orang-orang biasa sebagai 'perisai manusia.' SDF adalah ujung tombak utama yang diandalkan koalisi AS dalam melawan ISIS di Suriah.

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan warga telah beramai-ramai kabur dari "kantong Baghouz." Namun di titik kedatangan di luar Baghouz, puluhan tenda penampungan dan juga beberapa truk terlihat kosong.

"Sudah dua hari tidak ada lagi orang yang keluar dari sana (Baghouz)," kata seorang milisi SDF kepada AFP.

Para petinggi SDF awalnya memperkirakan ada sekitar 1.500 warga sipil dan 500 militan ISIS di Baghouz sebelum operasi penyerangan dimulai. Namun saat penyerangan dilakukan, ternyata jumlah warga serta militan jauh lebih tinggi dari perkiraan.

Jumat kemarin, Presiden AS Donald Trump sempat berkata akan mengumumkan kejatuhan ISIS di Suriah. Namun hingga Sabtu 16 Februari, pengumuman itu tak kunjung muncul. SDF mengatakan kemenangan atas ISIS di Baghouz baru dapat terwujud dalam beberapa hari ke depan.

Baca: Ribuan Warga Masih Terperangkap di Markas Terakhir ISIS


(WIL)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA