Inggris Desak DK PBB Tangani Krisis Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 05 Nov 2018 10:45 WIB
konflik yaman
Inggris Desak DK PBB Tangani Krisis Yaman
Menlu Inggris Jeremy Hunt di London, 31 Oktober 2018. (Foto: AFP/POOL/JOHN STILLWELL)

London: Inggris mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bertindak atas krisis kemanusiaan di Yaman. London menilai saat ini "terlihat ada kemungkinan" untuk mendorong perjanjian damai di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt sepakat dengan Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths, bahwa "saat ini adalah waktu tepat bagi DK PBB untuk bertindak." 

"Dua kubu berseteru di Yaman telah lama meyakini bahwa terdapat solusi militer, namun dengan konsekuensi berat yang harus dihadapi masyarakat," tutur Hunt, seperti dilansir dari media AFP, Senin 5 November 2018.

"Sekarang untuk kali pertama sepertinya ada kesempatan bagi kedua kubu untuk bisa didorong ke meja perundingan, menghentikan pembunuhan dan mencari solusi politik jangka panjang untuk keluar dari bencana kemanusiaan saat ini," lanjut dia.

Hunt menegaskan Inggris akan "menggunakan seluruh pengaruhnya untuk mendorong pendekatan semacam itu." Inggris meyakini ada kemungkinan nyata aksi kekerasan di Yaman dapat dihentikan, yang otomatis meringankan penderitaan seluruh warga negara tersebut.

Jumat kemarin, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian kekerasan di Yaman. Ia meminta agar dua kubu di Yaman membangun momentum menuju dialog untuk mengakhiri perang.

Seorang petinggi PBB mengatakan bahwa Yaman telah menjadi "neraka" bagi anak-anak, dengan tingkat kematian mencapai ribuan pada setiap tahunnya. Sebagian besar penyebab kematian adalah malnutrisi dan penyakit berbahaya.

Menurut UNICEF, 1,8 juta anak-anak Yaman di bawah umur lima tahun menderita malnutrisi akut, dan kehidupan 400 ribu lainnya berada dalam ancaman aksi kekerasan serta penyakit.

Baca: Yaman Terancam Dilanda Kelaparan Terburuk Sepanjang Sejarah


(WIL)