Pemberontak Suriah Pro Turki Terkena Serangan Kimia ISIS

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 16:42 WIB
krisis suriah
Pemberontak Suriah Pro Turki Terkena Serangan Kimia ISIS
Seorang anggota pemberontak Suriah meledakkan ranjau yang ditanam ISIS di sekitar kota Dabiq, 25 November 2016. (Foto: AFP/NAZEER AL-KHATIB)

Metrotvnews.com, Ankara: Sebanyak 22 pemberontak Suriah pro Turki terkena serangan gas kimia dari kelompok militan Islamic State (ISIS) di wilayah utara Suriah. 

"Setelah sebuah roket ditembakkan Daesh, 22 anggota oposisi terkena serangan dampak serangan gas di bagian mata dan tubuh," ujar pernyataan militer Turki, seperti dikutip kantor berita Anadolu, Minggu (27/11/2016), merujuk pada nama lain dari ISIS. 

Serangan dilaporkan terjadi di desa Khaliliya, wilayah timur dari Al Rai di utara Suriah. Media Turki melaporkan puluhan pemberontak dibawa ke kota Kilis oleh tim darurat AFAD. 

AFAD bergerak menolong dengan mengenakan pakaian khusus untuk melindungi diri dari gas berbahaya. Para pemberontak dilarikan ke rumah sakit utama di Kilis. 

Serangkaian foto dari tayangan televisi memperlihatkan puluhan pemberontak yang dievakuasi ke rumah sakit, dengan petugas darurat mengenakan pakaian pelindung dan masker gas. 

Militer Turki mendukung oposisi Suriah dengan tujuan menghabisi militan ISIS dari wilayah perbatasan. Operasi Turki juga digelar untuk memastikan perbatasan mereka bersih dari militan Kurdi. 

Dalam operasi yang sudah berlangsung tiga bulan, pemberontak telah menguasai Jarabulus yang sebelumnya dikuasai ISIS. Mereka juga mengusir ISIS dari Al Rai dan mengambil alih kekuasaan di kota Dabiq tanpa perlawanan berarti. 

Dengan dukungan Turki, saat ini pemberontak Suriah sedang berusaha merebut kota Al Bab dari ISIS.


(WIL)