Demonstran Duduki Parlemen, Desak Kudeta Militer di Brasil

Arpan Rahman    •    Kamis, 17 Nov 2016 13:16 WIB
politik brasil
Demonstran Duduki Parlemen, Desak Kudeta Militer di Brasil
Pengunjuk rasa di gedung parlemen Brasil tuntut militer berkuasa kembali (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Brasilia: Para demonstran menyerukan kudeta militer saat menduduki majelis rendah Parlemen Brasil, Rabu 16 November. Protes sehari penuh yang melibatkan kalangan pegawai negeri di Rio de Janeiro berakibat bentrok dengan polisi selama aksi demo anti-penghematan tersebut.
 
Sore harinya, para pengunjuk rasa di Parlemen, total sekitar 60 orang, telah dibubarkan dan ditangkap oleh polisi federal. Penangkapan terjadi sekitar tiga jam setelah mereka menduduki ruangan.
 
Dilansir VOA News dari Reuters, Rabu (16/11/2016), kelompok pendemo memecahkan pintu kaca untuk masuk ke majelis rendah dan bentrok dengan para penjaga gedung legislatif. Para demonstran ramai-ramai menyerukan kudeta militer supaya menggulingkan pemerintah sayap kanan Brasil.


Seorang warga bersitegang dengan keamanan saat unjuk rasa (Foto: AFP).
 
 
Korupsi endemik
 
Para pengunjuk rasa mengecam apa yang mereka katakan korupsi endemik pemerintah. Di satu titik mereka berhenti untuk menyanyikan lagu kebangsaan Brasil. Negeri Samba pernah diperintah kediktatoran militer selama 1964-1985.
 
Dua tahun terakhir, penyelidikan berlarut-larut dan skema pembayaran kembali di perusahaan minyak negara Petrobras telah menekan Brasil.
 
Eksekutif puncak di beberapa perusahaan konstruksi telah dipenjara, lebih dari 60 politisi dalam penyelidikan, dan mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menghadapi dua tuduhan korupsi terpisah yang terkait kasus ini.
 
Penghematan di Rio de Janeiro
 
Di Rio de Janeiro, para legislator negara mulai memperdebatkan paket penghematan ketika aksi protes dimulai di luar gedung parlemen. Polisi bentrok dengan para demonstran, yang memprotes pemotongan anggaran belanja negara, di bawah hujan gas air mata.
 
Rio, yang tiga bulan lalu menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, adalah negara bagian penghutang terbesar kedua Brasil. Selama berbulan-bulan gaji polisi, pegawai negeri, dan aparat negara lainnya terlambat dibayar semua.
 
Tepat sebelum Olimpiade, pemerintah negara bagian itu mengumumkan keadaan darurat keuangan untuk membebaskan dana dari pemerintah federal demi memastikan gaji polisi dibayar dan rumah sakit tetap buka sementara mata dunia menyoroti kota ini.
 
Tapi para pekerja rumah sakit kini mengungkapkan bahwa kesehatan masyarakat kacau-balau, pasokan mendasar dan vital berjalan dalam sistem yang makin tegang, dan guru-guru mengaku sekolah-sekolah berada dalam situasi yang sama mengerikan.
 
Demonstrasi di Rio jauh lebih kecil dari aksi massa yang mengguncang Brasil dalam beberapa tahun terakhir setelah hampir satu dekade ledakan ekonomi melempem. Kelas menengah yang merasa risau sudah berulang kali turun ke jalan di seluruh negeri itu sejak 2013 untuk mengekspresikan ketidakpuasan yang mendalam.

(FJR)