Israel dan Yordania Bersitegang usai Penembakan di Kedubes Amman

Arpan Rahman    •    Senin, 24 Jul 2017 23:25 WIB
israel palestina
Israel dan Yordania Bersitegang usai Penembakan di Kedubes Amman
Pasukan keamanan Yordania bersiaga di depan Kedubes Israel di Amman. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Amman: Yordania menolak mengizinkan agen keamanan diplomatik Israel meninggalkan negara tersebut setelah dirinya membunuh dua warga lokal di kompleks diplomatik di Amman. 

Insiden itu menyebabkan pertikaian diplomatik antara negara Yahudi dan tetangganya di Teluk Arab.

Situasi bermula pada Minggu 23 Juli 2017, ketika seorang tukang kayu asal Yordania berusia 17 tahun datang ke sebuah hunian di dalam kompleks Kedutaan Besar Israel yang dijaga ketat untuk mengganti beberapa perabotan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, tukang kayu itu kemudian menyerang penjaga keamanan Israel dengan sebilah obeng. Penjaga tersebut melepaskan tembakan, yang menewaskan tukang kayu, namun juga mencederai pemilik gedung -- seorang dokter Yordania.

Polisi Yordania sekarang menuntut agar petugas keamanan yang terluka itu diinterogasi atas pembunuhan. Tapi Israel mengatakan, agen tersebut memiliki kekebalan diplomatik dan tidak dapat ditangkap atau diinterogasi.

"Sesuai Konvensi Wina, petugas keamanan memiliki kekebalan hukum terhadap penyelidikan dan pemenjaraan," kata Kemenlu Israel, seperti disitir The Telegraph, Senin 24 Juli 2017.

Departemen Keamanan Publik Yordania mengungkapkan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Yordania hanya satu dari dua negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Penembakan di Amman menambahkan ketegangan baru pada hubungan Israel dan Yordania yang selama ini sensitif.

Penembakan terjadi di tengah gelombang kekerasan yang dipicu kericuhan di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem -- situs tersuci ketiga dalam Islam.

Israel memasang detektor logam di pintu masuk ke masjid itu, setelah tiga warga Palestina menyelundupkan senjata ke tempat suci dan menggunakannya untuk membunuh dua polisi Israel.

Namun detektor logam telah memicu respons keras dari warga Palestina, yang menganggapnya sebagai bagian dari upaya Israel menegaskan kekuasaannya di situs suci, yang juga dimuliakan umat Yahudi dan dikenal masyarakat Israel sebagai Bukit Bait Suci.

Jumat pekan lalu, bentrokan meluas antara demonstran Palestina melawan pasukan Israel, yang berujung kematian tiga pemuda Palestina.

Kematian berujung pembalasan dari seorang remaja Palestina, menyelinap ke permukiman Yahudi di Tepi Barat. Ia membunuh tiga orang Israel yang sedang menyantap makan malam.

Belum diketahui apakah tukang kayu di Kedubes Israel itu beraksi atas dasar situasi di Masjid Al-Aqsa.

 


(WIL)