Presiden Brasil Hadapi Dakwaan Korupsi Terbaru

Fajar Nugraha    •    Jumat, 15 Sep 2017 13:57 WIB
brasil
Presiden Brasil Hadapi Dakwaan Korupsi Terbaru
Presiden Brasil Michel Temer (berambut putih) didakwa kasus korupsi terbaru (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Brasilia: Presiden Brasil Michel Temer dihadapkan pada dugaan korupsi terbaru. Dakwaan ini mengancam agenda reformasi ekonomi oleh Kongres.
 
Ini adalah dakwaan kriminal kedua yang diarahkan terhadap Temer. Kali ini tuduhan korupsi diajukan oleh perusahaan daging terbesar di dunia, JBS SA.
 
JBS SA menuduh Temer menerima suap sebagai ganti dukungan politik dan berkonspirasi untuk membungkam saksi yang bisa merusak nama Temer. Namun Temer membantah dengan keras tuduhan tersebut. Demikian diberitakan AFP, Jumat 15 September 2017.
 
Pada saat dakwaan terhadap Temer sebelumnya,-menerima suap lain dari pejabat JBS,- diblokir pada Agustus oleh sekutu Temer di majelis rendah Kongres. Majelis rendah ini memiliki kuasa untuk memutuskan presiden harus menjalani pengadilan oleh Mahkamah Agung.
 
Meskipun ada langkah majelis rendah untuk memblokir dakwaan, tetap dakwaan bisa dilanjutkan oleh jaksa penuntut saat Temer merampungkan masa jabatannya yang selesai pada 1 Januari 2019.
 
Jaksa Penuntut Brasil Rodrigo Janot juga mengajukan dakwaan kepada Joesley Batista, seorang miliuner mantan petinggi JBS. Batista dianggap memiliki implikasi terhadap Temer. Saat ini Batista ditangkap karena menutup kejahatan lain, sebagai bagian kesepakatan hukum yang dimintanya.
 
Pengacara Batista, Antonio Carlos Kakay menolak dakwaan yang diajukan oleh Janot. Menurutnya pernyataan dari Janot sudah melanggar aturan kesepakatan banding yang digunakan oleh kliennya.
 
Selain itu penangkapan juga dilakukan terhadap adik Batista, Wesley. Pria yang menjabat CEO dari JBS SA ini ini ditangkap karena pelanggaran perdagangan dalam bursi, yang menimbulkan kerugian besar.
 
Penangkapan dari Batista bersaudara telah meningkatkan prospek bahwa Temer akan selamat dari dakwaan yang diarahkan kepadanya serta bisa meneruskan masa jabatannya sebagai Presiden Brasil hingga 2018. 
 
Presiden Temer dan sekutu politiknya diperkirakan akan memblokir upaya pendakwaan ini. Bulan lalu, majelis rendah bisa memblokir dakwaan terhadapnya dengan meraih dukungan 263 suara mendukungnya dan 227 lainnya menolak.
 
Tuduhan ini terus menyelimuti penyelidikan korupsi di Brasil yang berawal dari pengakuan mantan Presiden Luiz Inacio da Silva dan empat persidangan tertunda. Hal tersebut termasuk juga penyelidikan dan dakwaan yang mengimplikasi kepada tiga mantan presiden dan puluhan anggota Kongres.
 
Sebagian besar skema melibatkan pada pemberian dukungan politik dan sebagai gantinya, perusahaan bisa mendapatkan kontrak proyek pemerintah ataupun mendapatkan pinjaman lunak dari bank pemerintah.



(FJR)