Melalui Yordania, Indonesia Ingin Bantu Pembangunan Suriah dan Irak

   •    Senin, 31 Jul 2017 17:52 WIB
indonesia-yordania
Melalui Yordania, Indonesia Ingin Bantu Pembangunan Suriah dan Irak
Menteri Negara Urusan Investasi/Ketua Komisi Investasi Yordania, Muhannad Shehadeh (tiga kiri) menjelaskan peluang bisnis kepada delegasi IJBC. (Foto: KBRI Amman)

Metrotvnews.com, Amman: Jangan melihat jumlah penduduk Yordania yang hanya 9,4 juta jiwa sebagai target pasar apabila ingin berbisnis dengan negara Yordania, namun lihatlah jumlah akses yang dimiliki Yordania untuk memasuki pasar dunia. 

Demikian awal sambutan Menteri Negara Urusan Investasi/Ketua Komisi Investasi Yordania, Muhannad Shehadeh, saat menerima kunjungan Duta Besar RI Andy Rachmianto yang mendampingi delegasi Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) yang diketuai Mayra Andrea, Minggu 30 Juli 2017.

Peluang bisnis di Yordania sangat besar dengan pangsa pasar lebih dari 1 miliar penduduk. Peluang ini terbuka dengan adanya perjanjian perdagangan bebas antara Yordania dengan Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, negara-negara di Timur Tengah, Kanada, dan Turki. 

Delegasi IJBC dipimpin langsung DR. Sutiyoso, Presiden Komisaris PT Semen Indonesia selaku Penasehat IJBC; Mayra Andrea, Presiden IJBC; Fachri Thaib, Ketua Kadin Komite Tetap Timur Tengah dan OKI; dan 24 orang pengusaha dari berbagai sektor usaha, seperti semen, baja, energi, furniture, properti, dan transportasi. 

Menteri Shehadeh menyebut, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin 31 Juli 2017, "sejak pertengahan 2016, produk-produk Yordania mendapat kemudahan untuk memasuki pasar Uni Eropa dengan kandungan lokal hanya sebesar 30 persen. Sebelumnya, untuk memasuki pasar tersebut, produk Yordania harus mempunyai kandungan lokal sebesar 65 persen yang sulit dicapai oleh kalangan industri Yordania."


Muhannad Shehadeh menegaskan peluang bisnis di Yordania sangat besar. (Foto: KBRI Amman)

Kesepakatan ini juga mensyaratkan perusahaan mempekerjakan minimal 15 persen pengungsi Suriah sebagai upaya Uni Eropa membantu Yordania yang menampung begitu banyak pengungsi Suriah. 

Peluang ini tentunya menjadi kesempatan bagus bagi pengusaha Indonesia yang mengalami kendala mengembangkan ekspornya ke Uni Eropa. Yordania juga memiliki beberapa proyek investasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para investor Indonesia, seperti proyek pengembangan energi terbarukan, pengelolaan air bersih, infrastruktur, pariwisata, industri dan kesehatan.

Dubes RI menegaskan perusahaan-perusahaan Indonesia sangat berkeinginan mengambil bagian dan berperan aktif dalam membangun kembali Suriah dan Irak pascakonflik. 

Untuk itu, PT Semen Indonesia berniat mengembangkan sayap bisnisnya ke Yordania, sehingga ketika proyek-proyek rekonstruksi Suriah dan Irak dimulai, BUMN Indonesia tersebut dapat langsung berpartisipasi. 

Di samping itu, Pertamina Holding yang diwakili PT Badak LNG dan PT Patra Badak Arun Solusi juga berniat melakukan kerja sama minyak dan gas dengan perusahaan-perusahaan Yordania. 

Kunjungan delegasi IJBC ke Amman pada 30 Juli – 2 Agustus 2017 akan dilanjutkan dengan partisipasi di acara JoEnergy Conference & Rebuilding Syria Expo, the 1st Indonesia-Jordan Joint Business Council, Business Forum Indonesia-Yordania, B-to-B meeting, serta pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yordania.


Dubes Andy Rachmianto (tengah) didampingi Sutiyoso dan Mayra. (Foto: KBRI Amman)



(WIL)