Israel Perintahkan Penghancuran 23 Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Fajar Nugraha    •    Jumat, 04 Aug 2017 18:57 WIB
palestina israel
Israel Perintahkan Penghancuran 23 Rumah Warga Palestina di Yerusalem
Alat berat Israel hancurkan pemukiman warga Palestina (Foto: Anadolu).

Metrotvnews.com, Yerusalem: Pemerintah Israel mengeluarkan perintah penghancuran rumah milik warga Palestina di Yerusalem. Perintah itu ditujukan untuk 23 rumah.
 
Perintah penghancuran ini dilakukan terhadap pemukiman Palestina di Bedoun Al-Fahidat, Desa Anata, Yerusalem timur. Israel berencana untuk hancurkan rumah warga dan struktur-strukturnya.
 
23 keluarga Palestina itu pun diminta untuk segera evakuasi dari wilayah pemukiman. Ancaman kekerasan pun muncul jika mereka tidak pergi dari lokasi pemukiman.
 
Seorang warga Palestina bernama Younis Al-Fahidat mengatakan, pasukan Israel sudah memberikan peringatan kepada dirinya. Menurutnya, penghancuran akan dilakukan dengan maksud 'keperluan militer'.
 
"Mereka memberi kami batas waktu tiga hari untuk melakukan evakuasi dari rumah milik kami sendiri," jelas Al-Fahidat, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat 4 Agustus 2017.
 
Al-Fahidat saat ini mengakomodasi 60 warga Palestina dengan mayoritasnya anak-anak. Warga di sekitar wilayah itu sudah berdomosili selama bertahun-tahun.
 
Israel pun sudah mengusir ratusan keluarga Palestina di wilayah tinggal warga Bedouin. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan pemukiman warga Israel yang dianggap ilegal oleh Palestina dan dunia internasional.

Kekerasan Israel Tak jarang upaya pengusiran warga Palestina oleh Israel berujung pada kekerasan. Jika ini terjadi, dimungkinkan bisa menambah jumlah korban kekerasan yang dilakukan oleh Israel selama Juli 2017.

(Baca: 3 Warga Palestina Tewas di Masjid Al Aqsa, RI Kutuk Ulah Israel).

Menurut laporan Wadi Hilweh Information Centre, sepanjang Juli 2017, Israel telah menewaskan delapan warga Palestina di Yerusalem dan wilayah sekitarnya.

Sementara 425 warga Palestina di Yerusalem juga ditangkapi. Sedangkan 12 bangunan milik warga Palestina dihancurkan demi pengembangan pemukiman ilegal Israel.


Pasukan Israel menghadapi pendemo warga Palestina (Foto: Anadolu).

Dalam laporan bulanannya, Wadi Hilweh menyebutkan bahwa Israel meningkatkan kekerasan di wilayah kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka juga melarang salat Jumat dilakukan di dalam kompleks, bagi pemuda Palestina berusia di bawah 50 tahun.

Dari 425 warga Palestina yang ditangkap di Yerusalem, 65 diantaranya adalah anak-anak, sembilan bocah usia di bawah 12 tahun, satu perempuan lanjut usia dan dua laki-laki lanjut usia. Dua gadis remaja dan lima perempuan dewasa juga turut ditangkap oleh Israel.

Ulah Israel ditambah dengan penangkapan 58 anggota Departemen Awqaf Islam di Al-Aqsa.

Aksi kekerasan di sekita Al-Aqsa menjadi sorotan besar. Lebih dari 600 warga Palestina terluka akibat peluru tajam, peluru karet dan bom suara, serta gas air mata.

 
 

 


(FJR)