Oposisi Suriah Mulai Tinggalkan Distrik Barzeh di Damaskus

Willy Haryono    •    Senin, 08 May 2017 22:59 WIB
krisis suriah
Oposisi Suriah Mulai Tinggalkan Distrik Barzeh di Damaskus
Oposisi dan keluarganya mulai meninggalkan distrik Barzeh di Damaskus, Suriah, 8 Mei 2017, sebagai bagian dari perjanjian zona aman. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Damaskus: Pejuang oposisi dan keluarganya mulai meninggalkan distrik Barzeh yang dikepung pasukan pemerintah di Damaskus, Suriah, Senin 8 Mei 2017.

Sebuah grup pemantau mengatakan sekitar 1.500 orang akan meninggalkan Barzeh sebagai bagian dari perjanjian evakuasi terbaru. Sebagian besar dari mereka ditransfer ke provinsi Idlib yang dikuasai oposisi.

Seperti dikutip BBC, perjanjian terbentuk dua hari setelah pihak-pihak yang mendukung dua kubu di Suriah menciptakan empat "zona aman."

Rusia dan Iran -- sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad -- menandatangani memorandum dengan Turki, negara pendukung utama oposisi. Memorandum itu menyerukan: 

1. Penghentian pertempuran dan serangan udara selama enam bulan di dalam dan sekitar area-area oposisi

2. Penyaluran bantuan tanpa adanya gangguan apapun

3. Pemulangan warga sipil ke rumah masing-masing



Memorandum juga menyerukan semua pihak untuk memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) dan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah aliansi al Qaeda yang dulu bernama al-Nusra Front.

Zona aman terbesar di Suriah meliputi Idlib, dan juga beberapa area di Hama, Aleppo dan Latakia. 

Tiga zona lainnya berada di provinsi Homs, Ghouta Timur, dan Deraa serta Quneitra.

Perang sipil di Suriah yang memasuki tahun keenam telah menewaskan lebih dari 320 ribu orang.



(WIL)